SALAM ..

Senin, 25 Januari 2016

KESUKAAN ALLAH

Bacaan: 1 Timotius 1:12-17
NATS: Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka (Matius 9:36)

Seorang pengkhotbah Skotlandia menyatakan penginjilan merupakan persekutuan orang-orang berdosa yang diperdamaikan dan diampuni, yang tak sekadar berkhotbah tetapi hidup sesuai iman mereka. Mereka pun menawarkan pendamaian dan pengampunan yang juga telah mereka terima dari Allah.

Rasul Paulus mengungkapkan keyakinan yang sama, ??Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,? dan di antara mereka akulah yang paling berdosa? (1 Timotius 1:15). Paulus yang dulu pengejek dan penyiksa orang kristiani, percaya bahwa belas kasih Allah telah ditunjukkan kepadanya, orang paling berdosa, sebagai contoh bagi para pendosa lain yang nantinya akan percaya kepada Kristus (ayat 16).

Saat kita bersaksi bahwa Allah telah mengampuni kita dan menyediakan kehidupan kekal melalui iman kepada Kristus, kita menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang menyelamatkan. Namun, bila kita mengamati gaya hidup orang-orang yang menuju kebinasaan, kita akan dengan mudah menganggap mereka hancur. Kita seharusnya justru melihat mereka seperti Kristus. ?Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka? (Matius 9:36).

Yesus berkata bahwa Dia datang tidak untuk menghakimi dunia, tetapi menyelamatkannya (Yohanes 3:17). Daripada menghakimi orang lain, kita seharusnya berkata, ?Siapakah aku yang hendak menghakimi orang lain, apabila Allah telah begitu bermurah hati mengampuniku?? Allah senang memakai orang-orang berdosa yang telah diampuni untuk menjangkau pendosa lainnya ?Joanie Yoder


MENGASIHI ORANG BERDOSA BERARTI MENJADI SEPERTI KRISTUS
MENGHARGAI ORANG LAIN

Bacaan: Lukas 19:1-10
NATS: Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10)

Bagi Robert yang masih muda, sepertinya banyak hal tidak berada di pihaknya. Dia mengalami kemiskinan, perceraian orangtua, lingkungan yang keras. Ia kerap membolos sekolah dan sulit ditangani. Namun, saat seorang temannya ditembak mati, ia menganggap hal itu sebagai peringatan. Dengan tekad untuk mengubah hidup, Robert bekerja keras untuk memperbaiki nilai-nilainya yang jelek.

Namun, penasihat sekolahnya tidak memercayainya dan berkata bahwa tidak ada perguruan tinggi yang akan menerimanya. Akan tetapi, Robert membuktikan bahwa penasihat itu salah. Ia lulus dari perguruan tinggi dan mengejar karier di dunia pendidikan. Ia memilih karier itu, karena seperti yang dikatakannya, "Para guru melihat saya seperti angin lalu saja" -- orang yang bernilai kecil. Ia tidak ingin hal yang sama terjadi kepada orang lain.

Setiap orang dipandang penting oleh Yesus. Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang tidak jujur (Lukas 19:1-10). Yesus bisa saja mengabaikannya, tetapi Dia melihatnya di atas pohon dan memanggil namanya.

Menerima orang lain sebagai pribadi yang bernilai merupakan hal penting bagi orang kristiani. Brennan Manning pernah menulis, "Seorang kristiani yang tidak semata-mata melihat, tetapi memandang pribadi orang lain berarti sedang menyampaikan bahwa ia menghargai orang tersebut sebagai seorang pribadi, bukan sekadar suatu benda."

Apakah orang yang berinteraksi dengan kita mengetahui bahwa mereka kita pandang sebagai pribadi yang bernilai bagi kita dan Allah? --AMC


KASIHILAH ORANG, BUKAN BENDA
GUNAKANLAH BENDA, BUKAN ORANG
2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Ayat tsb bukan saja nasehat Paulus kpd Timotius, namun jg untuk kita.
Gunakan setiap kesempatan untuk memberitakan firman & menyaksikan kasih Allah kpd sesama.

Roh Kudus akan selalu memampukan kita utk memberitakan firman, menyatakan kasih Allah & mengungkapkan kebenaran.

Selamat pagi di hari Senin.
Selamat beraktivitas .
JESUS LOVES YOU & ME..

DAN JADILAH DEMIKIAN

Bacaan: Kejadian 1:1-13
NATS: Berfirmanlah Allah:... Dan jadilah demikian (Kejadian 1:9)

Kata-kata berikut diulang beberapa kali dalam Kejadian 1, kisah penciptaan: "Dan jadilah demikian."

Apa pun yang difirmankan Allah terjadi. "Jadilah terang.... Jadilah cakrawala.... Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda...." Lalu, setiap kali, diikuti perkataan: "Dan jadilah demikian." Allah berfirman, dan hal itu menjadi kenyataan.

Ketika saya membaca tentang permulaan dunia kita dan kuasa Allah, saya mulai berpikir tentang hal-hal lain yang telah dikatakan oleh Allah dan Putra-Nya, Yesus hal-hal yang dapat kita andalkan.

Saat Yesus berbicara tentang para pengikut-Nya, Dia berkata, "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Yohanes 10:28). Jika kita memercayai-Nya, kita bisa yakin bahwa kita saat ini memiliki hidup yang kekal dan jaminan untuk hidup bersama Dia selama-lamanya.

Penulis Kitab Ibrani berkata, "Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: 'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'"(Ibrani 13:5). Kita dapat yakin bahwa berbagai kebutuhan kita akan terpenuhi dan tak akan ditinggalkan sendirian.

Salah satu janji Yesus yang paling menghibur adalah "Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku" (Yohanes 14:3). Dia telah mengatakannya; kita dapat memercayainya dan dengan yakin menantikan hari itu.

Andalkan firman Allah. Hal itu akan terjadi --AMC


ALLAH TELAH MENGATAKANNYA. SAYA MEYAKININYA. BERESLAH SUDAH.

Minggu, 24 Januari 2016

BERHASRAT AKAN SURGA

Bacaan: Filipi 1:19-26
NATS: Jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening (Wahyu 21:21)

Tetangga saya Jasmine, berumur 9 tahun, sedang duduk di serambi muka dengan saya pada suatu petang di musim panas. Tiba-tiba ia mulai bercerita mengenai keputusan buruk yang telah dibuatnya dan betapa ia memerlukan pengampunan Allah. Kami berbincang dan berdoa bersama dan ia memohon kepada Yesus untuk menjadi Juruselamatnya.

Lalu pertanyaan-pertanyaan mengenai surga mulai mengalir darinya, ?Apakah jalan-jalan di sana benar-benar dari emas? Apakah ibu saya akan ada di sana? Bagaimana jika ia tidak ada di sana? Apakah saya akan mempunyai tempat tidur, atau apakah saya akan tidur di atas awan-awan? Apakah yang akan saya makan?? Saya meyakinkannya bahwa surga akan menjadi rumah yang sempurna, dan bahwa ia akan bersama Yesus, yang akan memberikan segala sesuatu yang ia perlukan. Ia menjawab dengan girang, ?Baiklah, kalau begitu mari kita pergi sekarang!?

Rasul Paulus juga memiliki pandangan surgawi (Filipi 1:23). Kesaksiannya adalah, ?Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan? (ayat 21). Ia menyadari bahwa hidup ini adalah untuk mengenal, memercayai, dan melayani Allah. Akan tetapi ia juga tahu bahwa kehidupan di surga akan ?jauh lebih baik? karena ia akan ?bersama-sama Kristus? (ayat 23). Ia memang ingin tinggal di sini supaya dapat melayani orang-orang Filipi dan orang-orang lainnya, namun ia siap untuk pergi ke surga setiap waktu untuk bertemu Yesus.

Jasmine siap untuk pergi sekarang. Apakah kita memiliki hasrat sebesar itu? ?Anne Cetas


ORANG YANG HATINYA TERTAMBAT DI SURGA
TIDAK AKAN MEMEGANG ERAT-ERAT HAL-HAL DUNIAWI
MENYELAMATKAN DIRI

Bacaan: 1 Korintus 15:12-20
NATS: Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia (2 Timotius 2:11)

Di dalam, musik sedang dimainkan. Di luar, daun-daun berguguran. Karena embusan angin yang kencang, salah satu daun terakhir musim gugur melayang ke atas sesaat ketika saya mendengar sebaris lirik, "Dia bangkit!" Namun, saat lagu itu berakhir, daun tersebut telah menyentuh tanah. Gravitasi telah mengalahkan embusan angin.

Beberapa saat kemudian, saya tak sengaja mendengar tiga wanita setengah baya membahas diet, olahraga, operasi wajah, dan berbagai usaha lain untuk mengalahkan usia. Seperti daun tadi, mereka berusaha melawan gravitasi yang menarik mereka menuju sesuatu yang tak terhindarkan.

Percakapan mereka mengingatkan saya akan perbuatan baik yang dilakukan orang untuk mencoba menyelamatkan diri mereka dari kematian rohani. Akan tetapi, sama seperti daun yang jatuhnya tidak dapat dicegah dan penuaan yang tidak dapat dicegah orang, tak seorang pun dapat berusaha cukup keras menghindari akibat dosa, yaitu kematian (Roma 6:23).

Saat penyaliban, para pencemooh menantang Yesus untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri. Namun, Dia tetap menyerahkan hidup-Nya ke dalam tangan Allah, dan Allah tidak hanya mengembalikan hidup-Nya sendiri, tetapi juga hidup kita. Untuk menerima keselamatan, kita pun cukup menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Allah, karena jika Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari kematian hidup dalam diri kita, maka Dia pun akan memberikan hidup kepada kita (Roma 8:11).

Kekuatan dosa di luar tidak dapat mengalahkan hidup Kristus di dalam --JAL


KESELAMATAN TIDAK BERARTI MEMULAI KEMBALI DARI AWAL
TETAPI MENERIMA HIDUP BARU
Saat kita membuka mata, tak semuanya yang kita lihat itu indah,...
Ketika kita mendengar sesuatu, tak smuanya yang kita dengar menyenangkan...
Tapi dari yang tidak indah dilihat dan tidak menyenangkan didengar di situlah tersimpan Rancangan yang Ajaib dari Tuhan...

Jadi jangan memandang yang buruk itu selalu buruk, Tuhan akan menjadikan indah pada waktunya...

Selamat pagi di hari minggu.
Selamat beribadah.
JESUS LOVES YOU &ME....?

KEBAIKAN DAN ANUGERAH

Bacaan: Ayub 29
NATS: Aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu (Ayub 42:5,6)

Seorang remaja yang ayahnya berperilaku kasar berkata, ?Saya ingin menjadi orang yang baik seperti guru Sekolah Minggu saya dan seperti Anda, tidak seperti ayah saya.?

Karena mengenal guru Sekolah Minggunya, saya setuju bahwa ia orang yang ?baik?, dan saya bersyukur bahwa ia pun melihat saya sebagai orang ?baik?. Saya juga ingin menjadi orang yang penuh hormat, baik hati, mau mengampuni, murni dalam gaya hidup, dan taat kepada Allah. Tetapi saya juga tahu kedosaan hati saya dan betapa saya bergantung pada kebaikan serta anugerah Allah.

Tuhan menganggap Ayub orang ?yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan? (Ayub 1:8). Namun, setelah semua ujian yang dihadapinya, Ayub berkata, ?Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu? (42:6). Bahkan setelah memikirkan kebaikannya sendiri (29:1- 25), ia tahu keadaan hatinya.

Melalui cara pandang manusia, banyak orang bisa digambarkan sebagai orang ?baik?. Tetapi Allah melihat ketidaktaatan, egoisme, dan kebencian di dalam diri kita semua. Dia juga tahu bahwa kita mempunyai bagian yang tak terawasi secara rohani. Dan ketika Dia membuka mata kita untuk melihat diri kita sendiri seperti Dia melihatnya, kita memahami mengapa orang ?baik? seperti Ayub berkata bahwa ia mencabut perkataannya.

Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi orang yang baik tanpa mengabaikan dosa dan ketidaklayakan kami. Terima kasih atas pengampunan yang Engkau tawarkan kepada kami dalam Kristus ?Herb Vander Lugt


BAHKAN ORANG TERBAIK PUN
TAK MEMILIKI APA-APA UNTUK DISOMBONGKAN

Sabtu, 23 Januari 2016

HARI YANG BURUK?

Bacaan: Mazmur 118:15-24
NATS: Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! (Mazmur 118:24)

Dr. Cliff Arnall, seorang ahli jiwa yang berasal Inggris, telah mengembangkan suatu rumus untuk menentukan hari yang paling buruk dalam setahun. Salah satu faktornya adalah jangka waktu setelah Natal, setelah kemeriahan hari raya yang diikuti oleh tagihan-tagihan kartu kredit. Cuaca musim dingin yang suram, hari-hari yang pendek, dan kegagalan untuk menepati resolusi yang dibuat pada Tahun Baru juga merupakan bagian yang diperhitungkan oleh Dr. Arnall. Tahun lalu, tanggal 24 Januari diberi gelar sebagai "hari yang paling membuat depresi dalam setahun".

Orang-orang kristiani bukanlah orang yang kebal terhadap pengaruh cuaca dan kekecewaan setelah hari libur. Akan tetapi, kita memiliki sebuah sumber daya yang dapat mengubah cara berpikir kita tentang hari tertentu. Mazmur 118 menuliskan sebuah daftar kesulitan termasuk kesusahan pribadi (ayat 5), keresahan nasional (ayat 10), dan disiplin rohani (ayat 18), namun pasal tersebut diikuti dengan pernyataan demikian, "Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!" (ayat 24).

Mazmur ini dipenuhi dengan perayaan akan kebaikan dan belas kasihan Allah di tengah masalah dan kesakitan. Ayat 14 merupakan sebuah seruan kemenangan: "TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku."

Bahkan ketika situasi di sekitar kita memasang tanda "Hari Buruk!" di kalender kita, Sang Pencipta memampukan kita untuk bersyukur kepada-Nya atas anugerah hidup dan untuk menerima setiap hari dengan sukacita --DCM


SAMBUTLAH SETIAP HARI SEBAGAI SEBUAH ANUGERAH
DARI ALLAH
LARI DARI ALLAH

Bacaan: Yunus 1:1-10
NATS: Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan (Yunus 1:3)

Mengapa orang melarikan diri dari Allah? Apakah karena kemarahan, kekecewaan, keputusasaan, ketidaktaatan, atau jaring-jaring pemberontakan yang ditenun dari hasrat diri sendiri?

Kitab Yunus menceritakan suatu kisah tentang seorang nabi yang menolak panggilan dari Allah untuk menyampaikan firman-Nya kepada orang-orang di Niniwe. Di pasal yang pertama (ayat 3,10), kita membaca bahwa Yunus dengan sengaja pergi ke Tarsis untuk melarikan diri dari Tuhan. Ia tahu dengan pasti tujuan kepergiannya, serta alasannya. Setelah diberi kesempatan yang kedua (3:1,2), Yunus pun menyampaikan pesan Allah, tetapi ia menanggapi dengan marah saat Tuhan mengasihani kota yang bertobat tersebut (3:10-4:2).

Kitab itu diakhiri dengan pembicaraan antara Tuhan dan Yunus tentang belas kasihan-Nya: "Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe" (4:11). Akan tetapi, di situ tidak ada pertanda bahwa sang nabi yang bersungut-sungut itu mengubah kelakuannya. Orang Niniwe bertobat, tetapi Yunus tidak.

Kisah Yunus selayaknya membuat kita jujur tentang perasaan kita terhadap Tuhan. Apakah kita menyimpan kekesalan atas kemurahan hati-Nya terhadap orang-orang yang menurut kita pantas mendapat hukuman? Apakah kita sudah lupa bahwa Allah telah mengampuni kita? Apakah kita siap menaati panggilan-Nya dan memercayakan hasilnya kepada Dia?

Kisah Yunus menyoroti reaksi kita kepada Allah dan mengukur kesediaan kita untuk memercayai-Nya saat kita tidak dapat memahami jalan-Nya --DCM


ORANG YANG PALING MENYUKAKAN ALLAH
ADALAH ORANG YANG PALING MEMERCAYAI DIA

Popular Posts