SALAM ..

Minggu, 08 Mei 2016

Santapan Harian Minggu, 08/05/2016 http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/print/?edisi=20160508 Pengakuan Kekuasaan Allah Mazmur 68:19-35 Kuasa Allah sangat nyata di dunia, tetapi tidak semua orang mau mengakuinya. Pemazmur menyampaikan alasan-alasan yang sangat mendasar dan penting untuk membuat kita bukan hanya layak, bahkan wajib mengakui kekuasaan Allah. Pengalaman hidup pemazmur bersama dengan umat telah mengajarkannya bahwa keselamatan secara fisik, rohani, dan keluputannya dari maut merupakan tindakan Allah semata (21, 23). Allah juga meremukkan musuh-musuh-Nya hingga darahnya dijilat oleh anjing-anjing (22, 24). Allah memimpin Israel keluar dari Mesir, dengan perarakan yang sangat besar. Israel melalui perjalanan itu dengan perarakan, nyanyian, permainan musik, dan rombongan-rombongan dari tiap suku. Israel yang menyadari kekuatan Allah yang telah bertindak bagi mereka menaikkan pujian kepada-Nya (25-29). Allah mengusir binatang-binatang liar, juga orang-orang raksasa yang membahayakan Israel, bahkan membuat orang-orang Mesir memberikan harta kekayaan kepada umat Israel (31-32). Ternyata, kebesaran Allah ini disadari oleh raja-raja dari negeri lain dengan membawa persembahan (30). Kemegahan dan kekuasaan Allah yang nyata atas Israel selayaknya dinyanyikan dan dipujikan oleh seluruh kerajaan-kerajaan di bumi. Allah kita dahsyat bukan hanya dalam tindakan-Nya terhadap Israel, bahkan dalam alam semesta dan di tempat kudus-Nya (33-36). Perjalanan hidup setiap orang, terlebih umat TUHAN tidak lepas dari campur tangan dan pelbagai perbuatan-Nya yang ajaib dan dahsyat. Apabila seseorang merasa bahwa kehidupannya biasa-biasa saja, maka keadaan di alam semesta pun tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk memungkiri kemahakuasaan TUHAN. Ketika seseorang berada dalam hadirat TUHAN, beribadah di tempat kudus-Nya, kuasa dan kebesaran Allah akan sangat nyata baginya. Semua hal ini lebih dari cukup untuk menjadi landasan bagi setiap orang untuk mengakui kekuasaan Allah, memuji dan membesarkan Dia. Akui dan beritakanlah kekuasaan Allah kepada segala bangsa! [TNT]

Rabu, 04 Mei 2016

Bacaan: 1Timotius 4:6-16 NATS: Latihlah dirimu beribadah (1Timotius 4:7) Konsultan kebugaran Jhannie Tolbert mengatakan bahwa Anda tidak memerlukan treadmill (alat fitnes) atau peralatan khusus untuk melakukan latihan fisik sewaktu berada di rumah. Tolbert menggunakan kotak perkakas untuk latihan melompat, mengangkat panci sup untuk melatih otot bahu, serta menggunakan perkakas rumah tangga yang lain untuk latihan fisik setiap hari. Ia mengatakan bahwa Anda dapat tetap menjaga kebugaran meskipun hanya latihan di rumah dengan menggunakan peralatan yang murah dan sederhana. Pelatih lain setuju dan mendorong orang-orang untuk menggunakan tali lompat, kursi, sapu, dan bahkan tas belanja untuk latihan secara rutin. Mereka melihat bahwa latihan adalah soal kemauan, bukan kekayaan. Prinsip yang sama berlaku untuk kebugaran rohani. Meskipun kamus Alkitab, tafsir, dan buku-buku lain memang bermanfaat, kita dapat memulai latihan rohani hanya dengan menggunakan Alkitab dan bimbingan Roh Kudus. Paulus mendorong anak didiknya Timotius: "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang" (1 Timotius 4:7,8). Anda tidak perlu memiliki uang banyak untuk mendapatkan kebenaran rohani dan mempraktikkannya. Kita tidak memerlukan peralatan atau bahan-bahan khusus untuk mendoakan teman, bersyukur kepada Allah, atau menaikkan pujian bagi-Nya. Kita hanya perlu memulai dari tempat kita sekarang, dengan apa yang kita punyai, sekarang juga —DCM LATIHAN BERIBADAH ADALAH KUNCI KARAKTER YANG SALEH

Senin, 02 Mei 2016

Bacaan: Matius 4:1-11
NATS: Apabila [iblis] berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44)

Musim panas yang lalu, ketika saya berjalan-jalan bersama menantu saya di taman nasional, kami memerhatikan tanda petunjuk jalan yang mengarah ke suatu tempat yang disebut Mangkuk Sup Iblis. Karena merasa penasaran, kami akhirnya menuju tempat tersebut. Sambil berjalan ke sana, kami bercanda mengenai sup macam apa yang akan ditemukan di dalam mangkuk tersebut.

Sesampainya di sana, kami hanya menemukan tanah luas yang ambles. Tanah itu hanya semacam danau yang dalam tanpa air. Kami agak kecewa karena ternyata Mangkuk Sup Iblis tidak berisi apa-apa selain pepohonan dan semak-semak.

Mangkuk Sup Iblis adalah nama yang tepat untuk suatu bentuk yang menawarkan hal yang menarik, tetapi pada akhirnya justru tidak memberikan apa-apa karena iblis adalah penipu. Menunya adalah mangkuk tipu muslihat yang hanya memberikan janji-janji kosong dan impian-impian yang gagal di jalan.

Iblis memulai tipu muslihatnya dengan menampilkan kesia-siaan sebagai sesuatu yang menarik ketika menjebak Hawa di Taman Eden, dan ia belum mengubah rencananya. Ia mencoba tipu muslihatnya terhadap Yesus, tetapi Tuhan menolak dan "Iblis meninggalkan Dia" (Matius 4:9-11).

Lalu bagaimana Anda bisa mengetahui kalau sedang disodori salah satu tipu muslihat Setan? Ujilah gagasan-gagasan baru dengan Kitab Suci. Tanyakan kepada orang yang Anda yakini sebagai orang yang saleh dan bijaksana. Dan berdoalah.

Jangan jatuh ke dalam mangkuk tipu muslihat iblis yang kosong —JDB

IBLIS TIDAK MENAWARKAN APA-APA
SELAIN TIPU MUSLIHAT DAN KEBOHONGAN

Kamis, 07 April 2016

ANDA SEDANG BERGUMUL?

Bacaan: Ibrani 12:1-7
NATS: Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu ..., supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa (Ibrani 12:3)

Saat itu saya sudah dua tahun menjanda dan sedang bergumul. Dari pagi ke pagi kehidupan doa saya berisi satu keluhan yang sama: "Tuhan, saya tidak seharusnya bergumul seperti ini!" "Mengapa tidak?" suara-Nya yang sayup-sayup bertanya dari dalam diri saya pada suatu pagi.

Lalu datanglah jawabannya?kesombongan terselubung! Entah bagaimana, saya berpikir bahwa seseorang dengan kedewasaan rohani seperti saya tidak seharusnya mengalami pergumulan semacam itu. Itu benar-benar pemikiran yang menggelikan! Saya belum pernah menjanda sebelumnya sehingga membutuhkan kerelaan untuk belajar?sekalipun harus bergumul.

Pada saat yang sama, saya diingatkan tentang kisah seorang pria yang membawa pulang sebuah kepompong agar dapat memerhatikan proses lahirnya emperor moth [sejenis ulat sutra]. Saat calon kupu-kupu itu berjuang menembus celah kepompong yang kecil, sang pria memperlebar celah itu dengan ujung guntingnya. Binatang itu memang muncul dengan mudah?namun sayap-sayapnya tidak mengembang. Pergumulan melalui celah yang sempit merupakan cara Allah untuk mendorong cairan dari tubuh ke sayapnya. Pada kenyataannya, bantuan gunting yang "murah hati" itu adalah tindakan yang kejam.

Ibrani 12 menggambarkan kehidupan kristiani sebagai sebuah perlombaan yang melibatkan ketekunan, disiplin, dan teguran. Kita selalu membutuhkan perjuangan yang kudus untuk melawan diri sendiri dan dosa. Kadang kala pergumulan justru kita perlukan untuk menjadi pribadi yang sesuai dengan maksud Allah ?JEY


KITA MENGALAMI KEKUATAN ALLAH
DI TENGAH KETEGANGAN PERGUMULAN KITA

Rabu, 06 April 2016

PULANG DAN CERITAKANLAH

Bacaan: Lukas 8:26-39
NATS: Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu (Lukas 8:39)

Dua pria muda telah berteman sejak kecil. Pria yang satu kristiani, yang lainnya bukan. Pria yang kedua sebentar lagi akan berlayar jauh, dan yang kristiani terdorong untuk berbicara kepadanya mengenai Kristus sebelum ia pergi. "Saya akan melakukannya dalam perjalanan ke dermaga," ia berjanji kepada dirinya sendiri. Namun saat mereka sampai di dermaga, ia masih belum melakukannya.

Ia naik ke atas kapal untuk mengucapkan selamat tinggal, dan berpikir, "Saat kita membawa bagasi ke kamarnya, saya akan berbicara kepadanya." Namun kuli mengambil semua bagasi dan koper, sehingga mereka tidak mengunjungi kabin. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Saya akan bersaksi kepadanya di suatu tempat sepi sebelum kapal berangkat."

Namun, tiba-tiba terdengar pemberitahuan bahwa semua pengunjung harus turun dari kapal. Dua bulan kemudian terdengar kabar bahwa sang pria telah meninggal di luar negeri.

Dalam Injil Lukas, kita membaca tentang seorang pria yang dirasuki banyak setan dan telah disembuhkan secara luar biasa oleh Yesus. Dengan penuh syukur kepada Tuhan ia ingin tinggal bersama-Nya untuk menyembah-Nya (8:38). Namun Yesus berkata, "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu" (ayat 39).

Apakah Anda bersedia menerapkan perkataan Yesus di dalam hidup Anda dan bercerita kepada seseorang tentang anugerah serta keselamatan-Nya? Anda dapat memulai hal itu dari rumah. Janganlah menunda-nunda. Ceritakanlah Yesus kepada seseorang, saat ini juga! ?MRD


TEMPAT APA PUN DAPAT MENJADI
TEMPAT YANG TEPAT UNTUK BERSAKSI

Selasa, 05 April 2016

DI MANA KEYAKINAN ANDA?

Bacaan: Yeremia 17:5-10
NATS: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! (Yeremia 17:7)

Marilah kita bicara dengan jujur. Dapatkah kita selalu memercayai diri sendiri dalam segala hal? Bahkan Rasul Paulus berkata dengan tegas tentang dirinya, "Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak" (1 Korintus 9:27). Ia tidak akan memercayai dirinya sendiri untuk melakukan hal yang benar kecuali jika ia menjaga tubuhnya di bawah disiplin yang keras.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita tentang "betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17:9). Kita tidak mungkin dapat mengukur tingkat kelicikan hati kita. Maka bagaimanakah kita dapat memercayai diri sendiri atau orang lain sepenuhnya?

Nabi Yeremia memperingatkan raja-raja terakhir Yehuda supaya mereka tidak mengandalkan raja-raja duniawi (ayat 5,6). Akan tetapi, rupanya mereka terus-menerus mencari pertolongan dari Mesir. Alangkah bodohnya mereka! Mereka seharusnya bertobat dari kefasikan mereka dan berbalik mencari pertolongan Allah yang Mahakuasa.

Siapakah yang dapat kita andalkan untuk menolong kita di saat-saat yang sulit dan tidak pasti? Firman Allah mengatakan bahwa mereka yang mengandalkan Allah adalah seperti pohon yang ditanam di tepi air. Bahkan di musim kering mereka tidak akan berhenti menghasilkan buah (ayat 7,8).

Marilah memercayai Allah untuk menghasilkan buah di dalam hidup kita ?AL


JANGAN BIARKAN RASA PERCAYA DIRI ANDA
MENGGANTIKAN KEPERCAYAAN ANDA KEPADA ALLAH

Senin, 04 April 2016

HIKMAT FIRMAN ALLAH

Bacaan: Amsal 8:12-21
NATS: Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? ... Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1Korintus 1:20)

Kita menggali Kitab Suci. Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan mengajarkan kepada kita jalan menuju hidup yang berkelimpahan di dunia ini serta hidup kekal di dunia yang akan datang. Memang benar, Kitab Suci merupakan sumber hikmat yang melebihi hikmat para filsuf yang paling bijaksana sekalipun (1 Korintus 1:20). Akan tetapi, fakta ini jarang diakui dalam kebudayaan kita.

Maka saya pun gembira pada saat membaca sebuah artikel yang ditulis oleh kolumnis The New York Times, David Brooks, yang memuji hikmat alkitabiah. Ia memuji Martin Luther King Jr. karena wawasan tentang sifat manusia diperolehnya dari Kitab Suci. Ia merasa bahwa King "memiliki pandangan yang lebih akurat tentang realitas politik dibandingkan sekutu-sekutu liberalnya yang lebih sekuler karena ia dapat memanfaatkan hikmat alkitabiah mengenai sifat manusia. Agama tidak hanya membuat para pemimpin yang merumuskan hak asasi manusia lebih kuat?agama membuat mereka lebih pintar". Dan Brooks berkata lebih lanjut, "Hikmat alkitabiah lebih dalam dan lebih akurat daripada hikmat yang ditawarkan ilmu-ilmu sosial sekuler."

Apakah kita memanfaatkan sumber hikmat itu di dalam kehidupan kita? Kita membutuhkan hikmat Kitab Suci untuk mengatasi masalah-masalah pribadi kita dan persoalan politik. Jika kita mempelajari dan menaati Alkitab, kita akan dapat bersaksi dengan rendah hati bersama sang pemazmur, "Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan" (Mazmur 119:99) ?VCG


SATU KEBENARAN DARI ALKITAB LEBIH BERNILAI
DARIPADA SEMUA HIKMAT MANUSIA

Minggu, 03 April 2016

MAUT TAKKAN MEMISAHKAN KITA

Bacaan: Yohanes 11:14-27
NATS: Jawab Yesus kepadanya, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25)

Meskipun para penulis dan filsuf telah berusaha sebaik mungkin untuk menyusun berbagai argumen penting perihal kehidupan setelah kematian, mereka tetap belum berhasil memberikan penghiburan bagi hati yang terluka, resah, dan dipenuhi pertanyaan.

Sebaliknya, Yesus selalu dapat memuaskan kita. Dia tidak menyodorkan beragam argumen filosofis. Dia tidak berusaha membuktikan bahwa kekekalan itu masuk akal; Dia benar-benar menyatakan hal itu! Dia mengatakan hal yang diketahui-Nya, dan menjawab dengan kuasa surgawi, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). Kebangkitan ini mempunyai dua aspek. Tubuh orang percaya akan dibangkitkan, dan roh mereka akan hidup di surga.

Apa artinya hal ini bagi kaum kristiani yang berduka karena kematian orang-orang terkasih? Kematian tidak memutuskan tali kasih kita bagi mereka, karena kasih itu ada pada roh, bukan pada tubuh. Renungkan saja, ketika orang-orang yang kita kasihi harus melakukan suatu perjalanan yang panjang, pikiran mereka dapat melintasi jarak yang jauh sehingga seolah-olah jarak itu hanya tinggal sejengkal, dan kasih mereka menyelimuti kita seolah-olah mereka di sisi kita. Begitu pula yang terjadi dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.

Apakah saat ini Anda sedang berdukacita karena seseorang telah dipanggil ke surga? Yesus berjanji bahwa kita akan dipersatukan kembali pada suatu hari kelak ketika Allah mengembalikan orang-orang berharga yang kita kasihi --MRD


KRISTUS TELAH MENGGANTIKAN PINTU MAUT
DENGAN PINTU GERBANG KEHIDUPAN YANG BERCAHAYA

Sabtu, 02 April 2016

MEMINJAMI TUHAN

Bacaan: Matius 25:34-46
NATS: Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu (Amsal 19:17)

Seorang ayah memberikan uang 50 sen kepada putranya yang masih kecil dan berpesan bahwa ia boleh memakai uang itu sesukanya. Di kemudian hari ketika sang ayah menanyakan tentang uang itu, si anak menjawab bahwa ia telah meminjamkannya kepada seseorang.

"Siapa yang kaupinjami?" tanya ayahnya. Anaknya menjawab, "Aku memberikannya kepada seorang pria miskin di jalan yang kelihatannya lapar."

"Oh, sungguh bodoh! Kamu takkan pernah mendapatkan uang itu kembali," kata ayahnya. "Tetapi, Yah, Alkitab mengatakan bahwa orang yang memberi kepada orang miskin berarti memiutangi Tuhan."

Sang ayah sangat senang mendengar jawaban anaknya sehingga ia memberinya 50 sen lagi. "Lihat, Ayah," ujar sang anak. "Tadi sudah kukatakan bahwa aku akan mendapatkan uang itu kembali, hanya saja aku tidak menduga itu terjadi begitu cepat!"

Pernahkah Tuhan meminjam sesuatu dari Anda? Pernahkah Anda sadar bahwa dalam kebutuhan orang lain terdapat permintaan langsung dari surga terhadap sedikit dari yang Anda miliki? Alkitab menegur sikap mengabaikan orang miskin, yang sering kita lakukan dengan melontarkan perkataan saleh tanpa berbuat apa-apa untuk mereka (Yakobus 2:14-17). Bahkan Galatia 6:10 meminta kita supaya "berbuat baik kepada semua orang".

Tak ada janji bahwa kita akan segera menerima balasan. Namun, saat Yesus mengajar para pengikut-Nya tentang kedatangan-Nya kembali, Dia mengatakan kita akan diberi upah karena memberi diri kepada orang lain dalam nama-Nya (Matius 25:34-46) --HGB


ANDA DAPAT MEMBERI TANPA MENGASIHI
NAMUN ANDA TIDAK DAPAT MENGASIHI TANPA MEMBERI

Jumat, 01 April 2016

BUKU YANG TERLUPAKAN

Bacaan: Mazmur 119:89-104
NATS: Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku (Mazmur 119:93)

Suatu kali seorang anak kecil memerhatikan sebuah buku besar berwarna hitam. Buku itu berselimut debu dan ditaruh di sebuah rak yang tinggi. Kemudian dengan penuh rasa ingin tahu ia bertanya kepada ibunya tentang buku itu. Dengan malu sang ibu segera menjelaskan, "Itu Alkitab. Bukunya Allah." Anak itu berpikir sesaat, lalu berkata, "Kalau itu bukunya Allah, mengapa kita tidak mengembalikannya saja kepada Allah? Kan tidak ada lagi seorang pun di sini yang membacanya."

Dalam banyak keluarga, Alkitab nyaris tidak pernah dibaca atau bahkan dipedulikan keberadaannya. Orang membacanya hanya tatkala muncul masalah, penyakit, atau kematian di tengah keluarga. Bahkan pada saat seperti itu pun seseorang bisa jadi masih kebingungan ke mana harus mencari bantuan yang dibutuhkan.

Kapan terakhir kali Anda mengambil Alkitab dan mempelajarinya untuk mendapatkan sukacita, menerima teguran rohani, dan mengalami pertumbuhan rohani? Memang Alkitab adalah bukunya Allah, tetapi Dia tidak ingin buku itu dikembalikan kepada-Nya. Dia ingin agar Anda memiliki, merenungkan, memahami, memercayai, dan menaati pesan yang ada di dalamnya.

Itulah alasan utama mengapa buklet Renungan Harian ini diterbitkan. Setiap artikel renungan di dalamnya bertujuan untuk membantu Anda memahami firman Allah.

Sudahkah Anda membaca bacaan Kitab Suci hari ini? Jika belum, mengapa Anda tidak membacanya sekarang juga? Jangan biarkan Alkitab menjadi Buku yang terlupakan di dalam rumah Anda --RWD


SEMAKIN RAJIN ANDA MEMBACA ALKITAB
SEMAKIN BESAR RASA CINTA ANDA KEPADA "PENULIS"NYA

Kamis, 31 Maret 2016

KE MANA SAYA BERTUMBUH?

Bacaan: Galatia 6:7-10
NATS: Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Gal. 6:7)

Sebagian orang menua dengan memiliki sifat menarik, sementara sebagian lainnya menua dengan memiliki sifat suka menggerutu dan pemarah. Kita perlu mengetahui ke mana kita bertumbuh karena kita semua akan tambah tua.

Seseorang tidak akan menjadi mudah tersinggung dan pemarah hanya karena bertambah tua. Penuaan tak seharusnya membuat kita menjadi suka mencela dan mudah marah. Tak begitu. Tampaknya kita menjadi pribadi seperti yang sudah kita bentuk selama ini.

Paulus menulis, "Siapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan ..., tetapi siapa yang menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal ..." (Gal. 6:8). Mereka yang membantu orang lain demi kepentingan diri sendiri dan hanya memikirkan diri sendiri, menabur benih yang akan menghasilkan tuaian berupa kesengsaraan dalam diri mereka dan orang lain. Sebaliknya, mereka yang mengasihi Allah dan memedulikan sesama, menabur benih yang kelak akan menghasilkan tuaian berupa sukacita.

C.S. Lewis berkata, "Setiap Anda membuat keputusan, sebenarnya Anda mengubah inti dari diri Anda, yaitu bagian diri Anda yang turut membuat keputusan, menjadi sesuatu yang agak berbeda dengan sebelumnya." Kita bisa menyerahkan kehendak kita kepada Allah setiap hari, sambil memohon kekuatan dari-Nya untuk hidup bagi Dia dan sesama. Ketika Dia bekerja di dalam diri kita, sifat-sifat yang menarik dan kebaikan akan tumbuh dalam diri kita.

Maka, kita perlu bertanya: Ke mana saya bertumbuh? --DHR

Yang lebih pasti dari panen musiman
Adalah panen pikiran dan perbuatan;
Seperti benih yang ditabur tangan,
Itulah tuaian yang kita kumpulkan. --Harris


BENIH YANG KITA TABUR HARI INI
MENENTUKAN JENIS BUAH YANG AKAN KITA TUAI ESOK HARI

Rabu, 30 Maret 2016

KEHADIRAN TAK TERLIHAT

Bacaan: Yohanes 14:19-28
NATS: Barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21)

Saya merasa tidak nyaman bila ada pengkhotbah yang selalu berkata, "Tuhan memberi tahu saya," seolah-olah mereka baru saja mendengar langsung dari Allah. Mereka memberi kesan kita harus memercayai bahwa apa saja yang mereka katakan itu benar. Lagi pula, bagaimana mungkin kita dapat berbantahan dengan Allah.

Sebaliknya, saya sering begitu terharu ketika orang-orang yang mengalami penderitaan hebat atau yang bergumul melawan penyakit mematikan, mengatakan bahwa Tuhan telah berbicara di dalam hati dan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Saya pun menyadari bahwa mereka telah benar-benar mengalami kehadiran Allah yang tak kelihatan.

G.K. Chesterton, sambil mencoba berpikir mengenai kesamaan yang dirasakan orang-orang percaya ini, menulis: "Plato telah memberitahukan kebenaran kepada Anda; tetapi Plato telah mati. Shakespeare telah memesonakan Anda dengan sebuah citra; tetapi Shakespeare tidak akan memesonakan Anda lagi. Namun bayangkanlah bagaimana bila kita hidup bersama orang-orang ini, dan mengetahui bahwa besok Plato akan menyampaikan kuliahnya dengan bersemangat, atau sewaktu-waktu Shakespeare mungkin menggetarkan semuanya hanya dengan sebuah lagu sederhana."

Yesus hidup di dalam setiap perkataan-Nya dan Dia memerhatikan keberadaan dan kebutuhan kita. Saat kita hidup dalam ketaatan kepada-Nya, kita dapat berharap bahwa Dia akan menepati janji-Nya untuk menyatakan diri kepada kita (Yohanes 14:21). Dan kita dapat berkata dalam kerendahan hati, "Tuhan berbicara kepadaku" ?HVL


ALLAH BERBICARA
KEPADA ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN-NYA

Selasa, 29 Maret 2016

HUTAN DAN POHON

Bacaan: Kejadian 3:17-24
NATS: Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan (Yakobus 1:12)

Kita semua pernah begitu dekat dengan pencobaan sehingga kita kehilangan perspektif yang benar. Pencobaan tersebut mungkin berupa hal kecil seperti rumor yang kita sadari tidak perlu disebarluaskan. Akan tetapi rupanya dorongan untuk bergosip telah menghalangi kesadaran kita tentang kasih dan penilaian yang baik.

Adam dan Hawa menghadapi masalah yang sama. Mereka terlalu asyik dengan sebuah tanaman yang ada di Taman Firdaus sehingga mereka tidak dapat melihat hutan yang luas gara-gara pohon tersebut.

Lihatlah apa dampaknya bagi mereka. Taman Eden telah diciptakan khusus untuk mereka. Di dalam taman itu, mereka tidak mengenal kejahatan, pencobaan, penyakit, dan kematian. Mereka menikmati persekutuan secara langsung dengan Sang Pencipta. Tetapi mereka membuang semua yang mereka miliki?hanya untuk memakan buah pohon terlarang itu.

Kesalahan mereka masih mengganggu kita. Betapa seringnya kita kehilangan seluruh hutan kebaikan Allah hanya untuk sebuah pohon pencobaan? Masa pencobaan tampak begitu menekan, masalah tidak tertahankan, dan kita membenarkan pikiran yang terputar balik.

Pikirkanlah tentang semua yang ditinggalkan Adam dan Hawa di Taman Eden. Isilah pikiran Anda dengan kebenaran firman Allah dan bersandarlah pada tuntunan serta kekuatan Roh Kudus dari waktu ke waktu. Dengan demikian Anda akan mengalami sukacita karena berkat Allah yang kekal, dan bukannya sekadar kesenangan sesaat ?MRD II


TANGGAPAN ANDA TERHADAP PENCOBAAN
DAPAT MEMBANGUN ATAU MERUNTUHKAN DIRI ANDA

Senin, 28 Maret 2016

BEKERJA BAGI ALLAH

Bacaan: Mazmur 92
NATS: Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mazmur 92:15)

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa: "Jika masa tua tidak menjadi pikiran, maka masa tua tidak menjadi masalah."

John Kelley dahulu pasti memegang pepatah tersebut. Kelley yang meninggal tahun 2004 dalam usia 96 tahun, telah mengikuti 58 kali lari Maraton Boston (42 kilometer setiap kalinya) -- termasuk yang terakhir pada tahun 1992 ketika ia berumur 84 tahun.

Penampilan Kelley yang tak terlupakan merupakan teladan bagi kita agar kita tetap aktif selama kita masih mampu. Begitu banyak orang yang berusia paruh baya yang mulai mengistirahatkan tubuhnya. Orang kristiani juga sering meninggalkan pelayanan kepada Yesus dengan cara yang sama.

Kita masing-masing memiliki tanggung jawab kepada Allah selama Dia memberi kita kekuatan tubuh dan mental, untuk bekerja sepenuh hati "seperti untuk Tuhan" (Kolose 3:23). Kita tidak pernah dipanggil untuk meninggalkan kehidupan dan berlayar pulang ke surga.

Sang pemazmur mengatakan bahwa orang benar "pada masa tua pun mereka masih berbuah" (Mazmur 92:15). Bagi orang yang masih kuat secara fisik, itu artinya mereka harus terus melayani secara aktif. Bagi mereka yang tidak dapat lagi bekerja, hal itu berarti mereka sebaiknya aktif dalam doa dan dalam pelayanan yang tenang.

Pastikanlah bahwa masa tua tidak menghentikan kita untuk senantiasa menghasilkan buah. Kita perlu terus bergerak untuk Allah --JDB


AGAR AWET MUDA
TERUSLAH BERBUAH

Minggu, 27 Maret 2016

FAKTA, BUKAN DONGENG

Bacaan: 1Korintus 15:1-19
NATS: Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu (1Korintus 15:17)

Kebangkitan Yesus Kristus adalah batu penjuru iman kristiani. Tanpa itu, kita tak memiliki pengharapan di hidup ini, juga mengenai hidup yang akan datang. Itulah alasan betapa pentingnya mengenali bahwa kepercayaan kita pada kebangkitan Kristus tidak berdasar pada perasaan agamawi atau rumor yang tak berdasar. Kepercayaan kita berdasar pada fakta sejarah dengan bukti kuat yang mendukung.

Satu abad lalu, sekelompok pengacara bertemu di London untuk membahas bukti-bukti alkitabiah mengenai kebangkitan Yesus. Mereka ingin membuktikan apakah tersedia cukup informasi agar kasus itu layak disidangkan di pengadilan. Mereka pun menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus merupakan satu dari banyak fakta sejarah yang tak bisa dipungkiri.

Dalam bukunya, Countdown, G.B. Hardy mengajukan beberapa pertanyaan yang menggugah tentang kebangkitan Yesus: "Hanya ada dua buah persyaratan penting: (1) Adakah orang yang mengalahkan kematian dan membuktikannya? (2) Dapatkah saya melakukannya?" Kemudian Hardy menjelaskan bahwa hanya kubur Yesus yang kosong. Dan karena Yesus telah menang atas dosa dan maut, maka kita yang beriman kepada-Nya pun akan turut bangkit bersama Dia.

"Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu," tulis Paulus dalam 1 Korintus 15:17. Bukti sejarah dan banyaknya hidup yang berubah telah menyaksikan bahwa kebangkitan Yesus adalah sebuah fakta. Apakah Anda telah menaruh pengharapan pada Kristus yang telah bangkit? ?DCE


KEBANGKITAN KRISTUS LEBIH DARI SEKADAR FAKTA SEJARAH
ITU ADALAH BUKTI PENYELAMATAN KITA

Sabtu, 26 Maret 2016

ANUGERAH PENGAMPUNAN

Bacaan: Roma 12:14-21
NATS: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

Sangat sulit untuk memahami bagaimana Tuhan Yesus dapat berdoa bagi orang-orang yang telah menganiaya-Nya dengan brutal, agar mereka diampuni (Lukas 23:34). Kita sering memaklumi hati kita yang tidak dapat mengampuni dengan mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, sementara kita adalah makhluk yang penuh dosa. Akan tetapi, Yesus memanggil kita untuk mengikuti teladan ilahi-Nya.

Mempraktikkan perintah-perintah Alkitab memang tidak mudah. Sebagai contoh, sangatlah sulit untuk berdoa dengan tulus agar Allah mengampuni musuh kita dan orang-orang yang merendahkan serta meremehkan kita. Akan tetapi firman Allah sangat jelas mengatakan: "Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44).

Pada saat kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan dalam doa, Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukan perintah-perintah-Nya yang tersulit sekalipun. Pikirkanlah seseorang yang sangat menyakiti hati Anda. Jika perlu, paksakan ingatan Anda. Sementara Anda memikirkan perasaan Anda tentang orang tersebut, berdoalah: "Tuhan, banjirilah hatiku dengan belas kasihan, dan bersihkan diriku dari roh yang tidak mau mengampuni. Tolong aku untuk ?hidup dalam perdamaian dengan semua orang?" (Roma 12:18).

Apabila banyak orang kristiani yang melakukan hal itu, betapa hebatnya perbedaan yang membawa perubahan yang dapat terjadi di dalam pernikahan, rumah, dan gereja kita. Dan kita pun dapat memiliki pengaruh yang besar di dalam dunia yang dipenuhi kebencian ini ?VCG


TANAH YANG DIPENUHI OLEH AKAR KEPAHITAN
PERLU DIBAJAK DENGAN KASIH KARUNIA ALLAH

Jumat, 25 Maret 2016

KHOTBAH YANG SAMA

Bacaan: Matius 4:12-17
NATS: Sejak itu Yesus mulai memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" (Mat. 4:17)

Ada sebuah kisah tentang seorang pria yang memberikan khotbah yang mengesankan. Ia berusaha menjadi pendeta di sebuah gereja baru. Semua orang menyukai khotbahnya dan memilihnya untuk menjadi pendeta baru mereka. Namun, mereka agak terkejut ketika sang pendeta menyampaikan khotbah yang sama pada hari Minggu pertamanya di sana -- dan lebih mengejutkan lagi, ia mengkhotbahkan hal yang sama lagi pada minggu depannya. Setelah ia memberikan khotbah yang sama selama tiga minggu berturut-turut, para pemimpin gereja menemuinya untuk mencari tahu alasannya. Pendeta itu meyakinkan mereka, "Saya tahu apa yang saya lakukan. Bila Anda semua sudah mulai menjalankan pesan khotbah tadi dalam hidup ini, barulah selanjutnya saya akan memberikan khotbah yang lain."

Yesus kerap berkhotbah dengan tema berulang. Jangan heran, itu karena Raja segala raja ingin memastikan bahwa umat-Nya sudah memahami apa yang mereka butuhkan untuk menjadi bagian di kerajaan-Nya. Dia memberi perintah ke seluruh dunia, yaitu perintah yang sangat berbeda dengan yang biasa dijalani manusia dalam hidup ini. Tema seperti pengampunan, pelayanan, serta belas kasih dan anugerah yang tak bersyarat berulang kali dikhotbahkan-Nya.

Dua ribu tahun kemudian, ternyata kita pun membutuhkan khotbah yang sama tersebut. Begitu kita mulai bertobat dan hidup di bawah otoritas, pemerintahan, dan kekuasaan Yesus Sang Raja, kita akan merasakan manfaatnya bagi hidup kita, yakni untuk memuliakan nama-Nya dan untuk menjadi berkat bagi sesama --JS

Alkitab memberi pedoman pada kita
Untuk hidup memuliakan nama-Nya,
Tetapi tidak berguna kalau tidak dibaca
Dan ditaati segala perintah-Nya. --Sper


KHOTBAH BELUM LENGKAP BILA BELUM DIPRAKTIKKAN

Kamis, 24 Maret 2016

MERAYAKAN PERMULAAN

Bacaan: Lukas 1:26-38
NATS: Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus (Lukas 1:31)

Banyak gereja yang merayakan 25 Maret sebagai hari peringatan Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan. Hari ini dihormati sebagai peringatan pemberitahuan malaikat kepada Maria bahwa ia akan menjadi ibu Yesus, Mesias. Di masyarakat kita yang berorientasi pada keberhasilan, perayaan ini adalah peringatan yang dibutuhkan untuk mengakui dan bersukacita atas dimulainya pekerjaan Allah dalam hidup seseorang. Kita tidak menahan kegembiraan atas suatu keberhasilan.

Karena kita sering membaca Injil Lukas pada hari Natal, kita mungkin lupa bahwa ada 9 bulan masa kepercayaan dan penantian sejak Maria menanggapi penyataan Gabriel hingga kelahiran Yesus. Ketika kita membaca kata-kata penyerahan Maria dalam konteks masa penantian ini, kita akan mendapat tambahan pemahaman: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38). Maria pasti telah menerima dorongan semangat yang besar ketika sepupunya mengatakan, "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana" (ayat 45).

Kita dapat merayakan suatu permulaan dengan memberikan pelukan atau jabat tangan kepada seorang percaya baru yang mengakui imannya di dalam Kristus. Kita dapat menulis sebuah catatan yang menyemangati kepada seorang teman yang telah memilih untuk menaati firman Allah.

Marilah kita meraih setiap kesempatan yang ada untuk merayakan permulaan pekerjaan Allah di dalam kehidupan orang lain ?DCM


ROH MANUSIA MEMBUBUNG DENGAN PENGHARAPAN
KETIKA DIANGKAT OLEH PERKATAAN YANG MEMBERIKAN SEMANGAT

Rabu, 23 Maret 2016

TAK ADA YANG REMEH

Bacaan: Yesaya 49:13-18
NATS: Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 103:13)

Beberapa ibu yang memiliki anak kecil saling berbagi tentang jawaban-jawaban doa yang menguatkan. Seorang ibu mengakui bahwa ia merasa egois jika mengganggu Allah dengan berbagai kebutuhannya. "Jika dibandingkan dengan kebutuhan semua orang yang dihadapi oleh Allah," jelasnya, "keadaan saya pasti tampak remeh bagi-Nya."

Beberapa saat kemudian, anak lelaki ibu itu berlari sambil menjerit karena jarinya terjepit pintu. Sang ibu tidak mengatakan, "Betapa egoisnya kamu mengganggu Ibu dengan jarimu yang sakit pada saat Ibu sedang sibuk!" Tidak, ia justru menunjukkan belas kasih dan kelembutan yang besar.

Mazmur 103:13 mengingatkan kita bahwa itu adalah respons kasih, yang ditunjukkan baik oleh Allah maupun manusia. Dalam Yesaya 49, Allah mengatakan bahwa sekalipun seorang ibu melupakan anaknya, Tuhan tidak akan melupakan anak-anak-Nya (ayat 15). Allah meyakinkan umat-Nya, "Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku" (ayat 16).

Keintiman dengan Allah semacam itu hanya dimiliki oleh mereka yang takut kepada-Nya, yang bersandar kepada Allah dan bukan kepada dirinya sendiri. Seperti anak kecil yang jarinya sakit berlari ke arah ibunya dengan bebas, demikian juga kita dapat berlari kepada Allah dengan segala masalah sehari-hari kita.

Allah kita yang penuh belas kasih tidak mengabaikan orang lain hanya karena Dia sedang menaruh perhatian kepada Anda. Dia memiliki waktu dan kasih yang tidak terbatas bagi masing-masing anak-Nya. Tidak ada kebutuhan manusia yang dianggap-Nya remeh --JEY


ALLAH MENANGGUNG BEBAN DUNIA DI PUNDAK-NYA
DAN MENGGENGAM ANAK-ANAK-NYA DALAM TELAPAK TANGAN-NYA

Selasa, 22 Maret 2016

SI JANGGUT HITAM

Bacaan: Yesaya 14:12-15
NATS: Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu ... sampai terdapat kecurangan padamu (Yehezkiel 28:15)

Ketika masih muda, pada akhir dekade 1600-an, Edward Teach memutuskan untuk bergabung menjadi kru sebuah kapal Inggris yang berlayar menuju Karibia. Lama setelah menjadi pelaut, ia kemudian memimpin penangkapan sebuah kapal dagang dan mengubahnya menjadi kapal perang bersenjata 40 buah. Teach kemudian dikenal sebagai si Janggut Hitam -- bajak laut yang paling ditakuti di dunia.

Si Janggut Hitam mengalami banyak keberhasilan selama ia menjadi bajak laut. Akan tetapi, "kariernya" kemudian berakhir begitu saja pada saat ia bertemu dengan rombongan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Dalam sebuah peperangan yang seru, ia dan teman-teman bajak lautnya terbunuh dan peristiwa tersebut mengakhiri pergerakan terorisme mereka.

Dahulu di surga, seorang malaikat jatuh dalam pemberontakan rohani. Lucifer adalah kerub yang berdiri dalam kemuliaan Allah (Yehezkiel 28:11-15). Namun, kecintaannya kepada diri sendiri telah menggantikan cintanya kepada Sang Pencipta. Karena ingin menyamai Sang Mahatinggi, ia memimpin pemberontakan dan akhirnya dicampakkan dari surga (Yesaya 14:12-15). Kini, ia dan pasukannya melakukan apa saja untuk merebut kehidupan manusia (Lukas 8:12; 2 Korintus 4:4).

Walaupun demikian, kita tidak perlu takut. Setan memang musuh yang berbahaya, tetapi Yesus telah menjatuhkan hukuman baginya saat Dia bangkit dari maut. Dan Yesus telah memberi semua yang kita butuhkan untuk bertahan dari serangan iblis (Efesus 6:10-18) --HDF


ROH YANG ADA DI DALAM KAMU
LEBIH BESAR DARIPADA ROH YANG ADA DI DALAM DUNIA -- 1Yohanes 4:4

Senin, 21 Maret 2016

GANGGUAN ILAHI

Bacaan: Lukas 10:29-37
NATS: Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan (Lukas 10:33)

Seorang Samaria sedang berjalan menuju Yerikho. Ia menemukan seorang Yahudi yang terluka terbaring di sisi jalan. Beberapa orang hanya melewati orang itu, tak mau terganggu karena sibuk dengan urusan masing-masing.

Namun orang Samaria ini, yang dibenci orang Yahudi dan yang mungkin juga akan lewat begitu saja, justru memiliki "belas kasihan". Ia "membalut luka-lukanya ... menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya" (Lukas 10:33,34).

Kehendak Allah menghampiri kita dengan cara-cara yang tak lazim, dan kerap dalam bentuk gangguan. Saat kita menganggap tugas kita hari itu telah selesai dan kita mulai bersantai pada malam hari di rumah, seseorang menelepon atau muncul di depan pintu dan mengganggu waktu santai kita. "Sedang sibuk?" tanya mereka.

Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan tidak menganggapnya gangguan atau kekacauan. Sebaliknya, anggaplah itu sebagai kesempatan yang diberikan Allah untuk melayani orang yang membutuhkan -- mendengarkan dengan baik, menunjukkan kasih, dan membantu mereka menjalin hubungan yang intim dengan Allah.

Salah seorang pelopor penulis kristiani, Jean-Pierre de Caussade, berkata, "Kasih adalah kewajiban masa sekarang." Hal apa pun yang telah kita rencanakan, kita tetap harus mewujudkan kasih.

"Siapa sesama saya?" tanya saya. Yesus menjawab, "Ia adalah utusan-Ku yang datang kepadamu dalam keadaan membutuhkan" --DHR


SEBUAH GANGGUAN
MUNGKIN MERUPAKAN RENCANA ILAHI

Sabtu, 05 Maret 2016

KEGALAUAN BATIN

Bacaan: 1 Samuel 1:9-18
NATS: Aku ... mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan (1Sam. 1:15)

Kadang kala saya merasa seperti berada dalam hubungan yang buruk -- dengan diri sendiri! Setiap kali Julie sang penulis memulai sebuah paragraf, Julie sang editor menyela. "Jangan, jangan, jangan begitu. Jangan mengatakan dengan cara seperti itu. Mengapa kau selalu bernada sangat negatif?" Atau "Apa yang membuatmu berpikir bahwa kau memiliki hal yang berharga untuk dikatakan?"

Sebelum menyelesaikan sebuah pemikiran, pribadi saya yang lain mengoyak-ngoyak. Ini merupakan ritual yang sangat melemahkan. Hal ini juga kondisi yang umum terjadi pada manusia.

Setan senang mengacaukan pikiran kita dengan kritik, dan ia berusaha agar kita melontarkan kritik itu kepada orang lain dan diri sendiri. Kita terlalu dini menghakimi orang lain dan berusaha mengoreksi orang lain sebelum mengetahui apa yang akan mereka katakan. Itulah yang dilakukan Imam Eli ketika Hana berseru kepada Allah. Ia menyela doa Hana dan menuduhnya mabuk (1Sam. 1:12-14).

Namun, Allah mengizinkan kita mencurahkan isi hati secara jujur kepada-Nya (Mzm. 62:9). Bahkan, mazmur itu menunjukkan bahwa saat kita mengungkapkan keraguan dan rasa takut itulah Allah memulihkan kita. Banyak Mazmur yang diawali dengan keputusasaan dan diakhiri dengan pujian (22, 42, 60, 69, 73).

Ketika terjadi perang batin, curahkanlah isi hati Anda di hadapan Tuhan (1Sam. 1:15). Dia akan membuat hal yang tampaknya bodoh menjadi masuk akal --JAL

Bila kekacauan mengguncang jiwa
Dan hari seakan berat menimpa,
Kubuka hati dan merasakan
Damai Tuhan menenangkan pikiran. --Hess

DOA TAK MEMBUAT ALLAH MEMANDANG
DENGAN CARA PANDANG KITA

DOA MENOLONG KITA MEMANDANG DENGAN CARA PANDANG ALLAH

Rabu, 02 Maret 2016

PENCIPTA KITA

Bacaan: Kejadian 1
NATS: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1)

Bab pertama Alkitab membahas tentang persoalan hidup yang paling mendasar. Bagian ini menyatakan bahwa Allah mengadakan segala sesuatu. Hal ini seharusnya memengaruhi cara kita menjalani hidup.

Penulis kitab Kejadian membuat pernyataan radikal bahwa ada satu Allah. Tentunya kebenaran ini bertentangan tajam dengan politeisme dan penyembahan berhala pada zaman kuno. Gambaran masing-masing hari penciptaan mencela berbagai dewa yang dipuja oleh para penyembah berhala di zaman Musa, dan menyatakan bahwa semua itu bukanlah allah sama sekali. Mereka hanyalah ciptaan satu-satunya Allah tunggal yang benar dan hidup.

Pada hari yang pertama, dewa terang dan kegelapan disingkirkan; hari kedua, dewa laut dan langit; hari ketiga, dewa bumi dan tumbuh- tumbuhan; pada hari keempat, dewa matahari, bulan, dan bintang; hari kelima dan keenam, dewa binatang. Dan kemudian akhirnya, manusia. Meskipun semua orang dikaruniai oleh citra ilahi, mereka sebenarnya hanyalah makhluk ciptaan dan tidak boleh dipuja.

Penjelasan ini kemudian mendasari perjanjian bangsa Israel dengan Allah. Misalnya, mengapa Sepuluh Perintah Allah melarang penyembahan terhadap allah-allah yang lain? Karena hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi. Mengapa pembunuhan tidak dapat dibenarkan? Karena manusia telah diciptakan serupa dengan gambar Allah.

Marilah kita menjadikan pengenalan terhadap Allah yang benar dan hidup menjadi tujuan kita ?Haddon Robinson


PADA AWALNYA ? ALLAH

Selasa, 01 Maret 2016

IDENTITAS LAHIR KEMBALI

Bacaan: 2 Korintus 5:14-21
NATS: Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17)

Salah satu film favorit saya adalah The Bourne Identity. Sang tokoh utama, Jason Bourne, mengidap amnesia parah yang membuatnya gelisah, frustrasi, dan bingung.

Banyak dari kita yang hidup seperti Jason Bourne. Kisah hidup kita memang tak sedramatis Jason, tetapi berbagai masalah yang muncul sama: Siapa saya, dan apakah orang memedulikan saya? Kita pindah dari hubungan satu ke hubungan yang lain, dari kegiatan sosial yang satu ke kegiatan sosial lain, dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lain, atau bahkan dari gereja satu ke gereja lain, sambil berusaha "menemukan jati diri kita". Jika kita mencari pengertian identitas diri dalam karier, akan menjadi seperti apa ketika kita pensiun nanti?

Syukurlah ada kabar baik bagi "pencari identitas diri". Kita bisa memiliki identitas yang berarti dan kuat dalam relasi dengan Yesus.

Meski Allah menciptakan kita segambar dengan-Nya (Kej. 1:27), dosa merusak jiwa dan menjauhkan kita dari sukacita dalam hubungan yang indah dengan Sang Pencipta. Identitas kita sebagai ciptaan yang paling berharga dan mulia telah rusak -- hingga Yesus Kristus datang ke dunia untuk menolong dan memulihkan kita sebagai ciptaan-Nya (lihat Rm. 5:12-19). Jika kita memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, kita akan mendapatkan status terhormat berada di "dalam Dia". Dia mengambil alih segala yang lama dan memperbarui semuanya.

Ketika menyadari bahwa Anda adalah ciptaan baru, maka krisis identitas Anda akan berakhir --JS

Kalau kita lahir kembali -- dibarui dalam Kristus --
Setiap insan melihat nyata
Perubahan yang dibuat-Nya di hati kita
Dan tempat kita dalam keluarga-Nya. --Sper

UNTUK MEMULIHKAN DIRI DARI KRISIS IDENTITAS
KITA HARUS MENGIDENTIKKAN DIRI DENGAN KRISTUS

TETAP BERDOA

Bacaan: Lukas 11:5-13
NATS: Setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan (Luk. 11:10)

Kami berdoa. Terkadang dalam suasana hening. Terkadang dengan bersuara. Kami berdoa selama lebih dari 17 tahun. Kami berdoa memohon kesehatan dan bimbingan bagi putri kami, Melissa, untuk keselamatannya, dan kerap kali supaya ia selalu dilindungi. Saat mendoakan anak-anak kami yang lain, kami meminta Allah memelihara Melissa.

Ketika Melissa beranjak remaja, kami bahkan lebih tekun berdoa agar Dia melindunginya dari segala yang jahat, agar Dia mengawasi tatkala Melissa dan teman-temannya pergi mengendarai mobil. Kami berdoa, "Ya Allah, lindungilah Melissa."

Lalu apa yang terjadi? Tidakkah Allah memahami betapa menyakitkan kehilangan gadis cantik yang memiliki banyak potensi untuk melayani Dia dan sesama? Tidakkah Allah melihat mobil lain yang melintas pada malam musim semi yang hangat itu?

Kami telah berdoa, tetapi Melissa tetap meninggal dunia.

Bagaimana sekarang? Apakah kami berhenti berdoa? Apakah kami marah kepada Allah? Apakah kami berusaha dengan kekuatan kami sendiri?

Tentu tidak! Saat ini justru doa menjadi lebih penting bagi kami. Allah -- Tuhan Yang Mahakuasa dan yang melampaui pemahaman kami -- masih memegang kendali. Perintah-Nya supaya kami berdoa masih berlaku. Kerinduan-Nya untuk mendengarkan kami masih nyata. Iman bukanlah menuntut apa yang kami inginkan; melainkan memercayai kebaikan Allah di balik tragedi hidup.

Kami berduka. Kami berdoa. Kami tetap berdoa --JDB

Aku tidak mempertanyakan sarana atau cara Allah,
Atau bagaimana Dia memakai waktu atau masa,
Untuk menjawab setiap seruan atau doa --
Aku tahu, entah bagaimana, Dia pasti menjawabnya. --Whitney


ALLAH DAPAT MENGABAIKAN PERMINTAAN KITA
TETAPI DIA TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN KEYAKINAN KITA

Senin, 29 Februari 2016

LENGAN YANG KEKAL

Bacaan: Ulangan 33:26-29
NATS: Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal (Ulangan 33:27)

Setelah latihan di Carnegie Hall di kota New York, Randall Atcheson duduk di panggung sendirian. Ia berhasil memainkan komposisi piano yang sulit dari Beethoven, Chopin, dan Liszt untuk acara petang, dan ia ingin bermain sekali lagi untuk dirinya sendiri. Apa yang keluar dari hatinya dan tangannya adalah sebuah himne kuno: "Terhadap apakah aku harus khawatir, terhadap apakah aku harus takut, bersandar pada lengan-lengan yang kekal? Aku dianugerahi kedamaian karena Tuhan begitu dekat, bersandar pada lengan-lengan yang kekal."

Kata-kata itu menggemakan kebenaran dalam berkat Musa yang terakhir kali: "Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal" (Ulangan 33:26,27).

Alangkah besarnya karunia yang kita peroleh melalui lengan dan tangan yang kita miliki. Tangan ini dapat mengayunkan sebuah palu, menggendong seorang anak, atau membantu seorang sahabat. Namun, sementara kekuatan kita terbatas, kuasa Allah yang tak terbatas untuk kita dinyatakan dalam perhatian yang lembut dan kuat. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan" (Yesaya 59:1). "[Dia akan] menghimpunkan [kawanan ternak-Nya] dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya" (Yesaya 40:11).

Apa pun tantangan atau kesempatan yang sedang Anda hadapi, ada keamanan dan kedamaian dalam lengan-Nya yang kekal --DCM


LENGAN BAPA SURGAWI TIDAK PERNAH LELAH
MENOPANG ANAK-ANAK-NYA

Minggu, 28 Februari 2016

DIKENAL BAIK

Bacaan: Mazmur 139:1-12
NATS: Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya (2 Timotius 2:19)

Burung laut Arktik yang disebut guillemot tinggal di lereng-lereng pantai yang berbatu-batu. Di sana ribuan burung tersebut tinggal secara berkelompok di wilayah yang sempit. Karena mereka tinggal secara berkelompok, maka para betinanya meletakkan telur mereka secara berjejer sehingga telur-telur tersebut membentuk garis yang panjang. Yang sungguh mengagumkan adalah bahwa setiap betina dapat mengenali telur miliknya. Penelitian memperlihatkan bahwa bahkan apabila sebuah telur dipindahkan cukup jauh, pemiliknya akan menemukan dan membawanya kembali ke posisi semula.

Bapa surgawi kita tentu lebih mengenal anak-Nya masing-masing. Dia mengenal setiap pemikiran, emosi, dan keputusan yang kita buat. Mulai dari pagi hingga malam hari, Dia senantiasa memberikan perhatian pribadi untuk semua perkara kita sehari-hari. Karena menyadari kenyataan agung ini, maka pemazmur berseru dengan penuh kekaguman, ?Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya? (Mazmur 139:6).

Hal seperti ini tidak hanya mendorong kita untuk mengangkat pujian, tetapi juga untuk memberikan penghiburan yang besar bagi hati kita. Yesus pun memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Bapa mengetahui apabila ada burung pipit yang jatuh ke tanah. Karena manusia jauh lebih penting daripada burung, maka anak-anak Allah boleh merasa yakin bahwa Bapa senantiasa memerhatikan mereka.

Betapa indahnya menjadi orang yang sedemikian dicintai, ?dan dikenal baik?! ?Mart De Haan


BAGI ALLAH, ANDA TIDAK PERNAH HILANG DARI PERHATIAN-NYA

Sabtu, 27 Februari 2016

JALAN MASUK YANG SAMA Bacaan: Mazmur 145:14-21 NATS: Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16) Pendeta Stuart Silvester bercerita kepada saya tentang percakapannya dengan seorang kenalan yang secara berkala menerbangkan sebuah pesawat kecil pribadinya keluar masuk Bandara Internasional Toronto. Ia bertanya kepada pilot itu apakah ia pernah mengalami masalah dalam mengudarakan dan mendaratkan pesawat kecil di bandara yang didominasi banyak pesawat jet besar. Temannya menjawab, "Pesawat saya mungkin kecil, tetapi saya mempunyai hak, kesempatan, dan akses yang sama di bandara itu dengan orang lain bahkan sama dengan pesawat jumbo jet!" Kemudian Pendeta Silvester menerapkan hal ini dalam hidup rohani: "Begitu pula dengan doa, seperti orang percaya yang menghampiri takhta kasih karunia. Tidak peduli siapa kita, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa rendahnya lingkungan kehidupan kita, kita tidak mengantre di belakang orang lain. Tak ada yang mendapat perlakuan utama." Di dunia yang menawarkan perlakuan istimewa kepada orang kaya, orang terkenal, dan orang yang berpengaruh, sungguh kita disemangati karena mengetahui bahwa setiap anak Allah mempunyai jalan masuk yang sama menuju Bapa di surga. Pemazmur berkata, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan" (Mazmur 145:18). Dengan jaminan itu, kita dapat "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" dalam doa, karena mengetahui bahwa Allah yang penuh kasih tak akan pernah membuang kita --RWD DOA ADALAH SUATU JALUR TERBUKA MENUJU SURGA
LUMPUR SEMPROT

Bacaan: 2 Timotius 3:1-9
NATS: Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Tim. 3:5)

Sebuah perusahaan di Inggris mengembangkan sebuah produk berlabel "Lumpur Semprot", sehingga para penduduk kota dapat menampilkan kesan telah melakukan off-road berburu atau memancing seharian dengan kendaraan 4 wheel drive mewah mereka tanpa harus meninggalkan kota. Lumpur itu bahkan disaring untuk membuang batu dan kerikil yang dapat menggores cat. Menurut perusahaan itu, penjualannya berjalan mulus.

Dalam diri kita terdapat sesuatu yang membuat kita lebih memerhatikan penampilan luar daripada batin kita. Ini membuat beberapa orang berusaha memoles atau mempercantik riwayat hidup mereka. Namun, di dalamnya tidak ada bagian yang menceritakan hidup kita sebagai pengikut Yesus.

Paulus memperingatkan Timotius mengenai jemaat gereja yang bersikap saleh, tetapi memungkiri kekuatannya. "Mereka tetap menjalankan 'agama' di bagian luarnya saja, tetapi perbuatan mereka memungkiri kebenarannya. Kalian harus menjauhi orang-orang seperti itu!" (2 Tim. 3:5, versi Phillips). Kenyataan akan Kristus yang menjadi inti adalah bagian yang terpenting, karena ini akan memunculkan tanda-tanda iman yang tampak dari luar.

Wewenang Paulus untuk mengajar gereja mengenai kemurnian rohani berasal dari penderitaan yang telah ia alami, bukan dengan "semprotan lumpur". "Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus," kata sang rasul (Gal. 6:17).

Hari ini Allah memanggil kita untuk menjalani hidup yang sejati --DCM

Kita meributkan tampilan dan riasan,
Namun malah lalai menghormati Allah,
Sinar Kristus yang seharusnya kita pancarkan,
Tertutupi oleh kesombongan kita. --Gustafson


APABILA ANDA BENAR DI HADAPAN ALLAH
ANDA TIDAK AKAN SALAH DI MATA ORANG LAIN

Jumat, 26 Februari 2016

BERSINARLAH!

Bacaan: Daniel 1:1-6

NATS: Hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18)

Aspenas, kepala istana kerajaan Babilonia kuno, bertekad untuk menghilangkan kesaksian apa pun mengenai Allah Israel dari kerajaannya. Strateginya terfokus pada para pemimpin muda orang Ibrani yang ditawan. Aspenas memberi nama baru kepada para tawanan itu untuk menghormati ilah-ilah kepercayaan Babilonia. Hal ini masuk akal baginya, karena nama-nama Ibrani asli mereka menghormati Allah mereka (Daniel 1:6).

Namun, kehidupan yang dipilih oleh para tawanan itu merupakan kesaksian yang jauh lebih kuat daripada label apa pun yang diberikan kepada mereka. Ketika benar-benar menghadapi api pencobaan, orang-orang muda itu tidak mau sujud dan menyembah berhala emas. Mereka justru menerima hukuman dilemparkan ke dalam tungku perapian yang menyala-nyala. Mereka yakin pada kekuasaan dan pemeliharaan Allah (pasal 3).

Apakah Anda mengenal orang-orang tidak percaya yang berusaha menekan Anda untuk mengikuti cara hidup mereka? Jika Anda tidak berpesta dengan mereka, mengikuti praktik bisnis yang meragukan, atau tertawa untuk lelucon penuh ejekan, apakah Anda dihina? Orang bahkan mungkin menjuluki Anda macam-macam karena Anda tidak mau bergabung dengan kelompok mereka. Namun, bila Anda ditolak karena kesetiaan Anda kepada Allah, Anda dapat hidup dalam cara yang menghormati Bapa.

Julukan yang diberikan orang lain untuk memanggil kita bukanlah suatu masalah besar. Yang penting adalah bagaimana kita menjalani kehidupan di hadapan Allah dan kita selalu membuat terang kita bersinar --HDF


SECERCAH CAHAYA DAPAT MENGHILANGKAN KEGELAPAN PEKAT

Kamis, 25 Februari 2016

Pengenalan Hacking

        Hacking merupakan sebuah seni yang bisa di bilang mempunyai kedua kekuatan antara white hacking dan black hacking, antara seni berbuat baik dan seni berbuat jahat.
 hacking web
  Pada dasarnya hacking itu bertujuan untuk menemukan sesuatu kelemahan pada sebuah system atau aplikasi agar kita dapat membongkar source code di dalam system tersebut dan berhasil masuk ke dalam system tersebut.

   Pada dasarnya kita dapat merubahnya namun kita tidak untuk merusak. Kali ini kita akan mencoba membongkar sebuah keamanan website dengan menggunakan teknik vuln system kelemahan dengan SQL injection.

  Belajar hacking website dari nol anda akan di arahkan bagaimana anda yang awalnya tidak tahu tentang dunia hacking.
Dengan membaca pos network security ini anda mampu menjadi seorang hacker dan mampu melumpuhkan sebuah website dengan menganalisa dan menerobos system kelemahannya.
Banyak kasus hacking yang beredar dan terkenal sampai saat ini salah satunya adalah hacker cina yang berhasil men take over satelit NASA selama kurang dari 15 menit.

Selain itu situs-situs besar seperti google, facebook, amazon, ebay juga pernah kebobolan system keamanan mereka. Keamanan memang merupakan salah satu factor terpenting dalam sebuah system atau aplikasi karena dengan keamanan, system atau aplikasi yang kita buat dapat bertahan lama.

Bukan berate system atau aplikasi kita sempurna karena tidak ada sebuah system atau aplikasi yang sempurna 100%. Tujuan dari keamanan adalah memperlama hacker merusak dari system atau aplikasi anda hingga berpuluh-puluh tahun.
Hacking memang memanfaatkan sebuah system misalnya pada jaringan, yang akan kita bahas kali ini adalah hacking website dengan mencari vuln keamanan.

Attacker : Penyerang. Korban : Sistem yang akan di serang.
Firewall : Sistem pelindung dari website.

Di mana attacker mencoba akan menyerang korban dengan teknik vuln pada sebuah website yang di miliki korban.
Dengan memanfaatkan celah firewall website tersebut dan berhasil menerobos sampai halaman admin.

oke itu dulu pembahasan tentang Pengenalan hacking.

pembahasan berikut nya  PENGENALAN SOFTWARE untuk keperluan hacking..

Minggu, 31 Januari 2016

VAS NIAT BAIK

Bacaan: Yakobus 4:13-17
NATS: Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yakobus 4:17)

Dalam kartun Peanuts karya Charles Schulz, Marcie memberi bunga kepada gurunya. Tidak mau kalah, Peppermint Patty berkata kepada guru itu, ?Saya berpikir untuk melakukan hal yang sama Bu, tetapi saya tidak pernah meluangkan waktu untuk melakukannya. Dapatkah Anda memakai vas yang berisi niat baik??

Kita semua pernah mempunyai niat untuk melakukan sesuatu yang baik, tetapi kemudian gagal untuk menindaklanjuti niat itu. Kita mungkin ingin menelepon untuk mengetahui kabar seorang sahabat, atau mengunjungi seorang tetangga yang sedang sakit, atau menulis pesan untuk memberi dorongan kepada seorang yang terkasih. Tetapi kita tidak meluangkan waktu.

Beberapa orang tahu bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan ke surga, dan mereka berencana untuk memercayai-Nya kelak. Namun, mereka selalu menundanya. Mereka mungkin memiliki niat baik, namun hal itu tidak membawa keselamatan.

Sebagai orang kristiani, kita mungkin mengatakan bahwa kita ingin bertumbuh lebih dekat kepada Tuhan. Tetapi entah bagaimana, kita tidak menyediakan waktu untuk membaca firman Allah atau berdoa.

Yakobus telah memberi peringatan yang keras mengenai masalah tidak mengambil tindakan: ?Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa? (4:17).

Adakah sesuatu yang kita tunda? Tulislah kartu atau surat itu hari ini. Kunjungilah teman yang sakit itu. Vas yang penuh niat baik tidak akan mencerahkan hari seseorang ?Anne Cetas


MAKSUD BAIK TIDAK AKAN MENJADI BAIK
SAMPAI MAKSUD ITU DIWUJUDKAN DALAM TINDAKAN

download renungan
BERTANGGUNG JAWAB

Bacaan: Yesaya 53
NATS: Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita (Yesaya 53:5)

Di antara pemandangan puing-puing yang terbakar dan orang-orang kalut yang disiarkan di televisi, seorang reporter mengatakan, "Sebuah organisasi teroris telah menyatakan bertanggung jawab atas pengeboman tadi malam yang menewaskan 23 orang dan banyak orang luka-luka." Peristiwa itu bukanlah sebuah aksi kekerasan yang terjadi secara acak, tetapi ternyata telah diperhitungkan untuk menakut-nakuti orang lain dan menjadi agenda mereka selanjutnya yang mengatakan, "Kami melakukannya."

Pada sisi lain, ada salah satu aksi terkejam dalam sejarah yang ditujukan untuk membawa damai dan kesembuhan, bukannya ketakutan. Selain itu, Allah menyatakan bertanggung jawab dalam nubuatan Yesaya, tujuh abad sebelum itu terjadi. Sang nabi menubuatkan kematian Mesias dengan mengatakan: "Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh .... Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan" (Yesaya 53:5,10).

Sesaat sebelum disalibkan, Yesus Kristus berkata, "Tidak seorang pun mengambil [hidup-Ku] dari Aku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri .... Inilah perintah yang Kuterima dari Bapa-Ku" (Yohanes 10:18). Yesus rela mati untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita mampu hidup dengan memiliki iman kepada-Nya.

Allah menyatakan bertanggung jawab atas kematian Putra-Nya, dan mengizinkan setiap orang untuk memperoleh karunia pengampunan-Nya --DCM


PENCARIAN PENGAMPUNAN BERAKHIR SAAT KITA MENEMUKAN KRISTUS

download renungan
APAKAH ANDA MERDEKA?

Bacaan: Galatia 4:21-31
NATS: Kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka (Galatia 4:31)

Kizzy Kinte kurang beruntung. Putri dari Kunta Kinte di dalam buku puisi kepahlawanan Roots karangan Alex Haley ini ingin melepaskan diri dari ikatan perbudakan dan hidup bebas, seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya di Afrika. Namun ia tidak bisa melakukannya. Karena lahir dari seorang budak wanita, Bell Kinte, pada zaman perbudakan yang mengerikan itu, ia pun hidup sebagai seorang budak.

Silsilah Kizzy yang mana ia tidak memiliki kendali atas hal itu menentukan nasibnya.

Cerita itu hampir mirip dengan Galatia 4:31, di mana Paulus menggunakan analogi dari sebuah cerita Perjanjian Lama untuk menolong kita memahami tentang perbudakan dan kemerdekaan. Dengan menyebut cerita tentang Abraham, Sara, dan Hagar, Paulus menjelaskan perbedaan antara anak seorang hamba perempuan (Hagar) dan anak seorang perempuan merdeka (Sara). Hanya anak dari perempuan merdekalah yang dapat menikmati warisan; anak yang lain ditakdirkan untuk menjadi budak.

Inilah intinya: kita masing-masing pria atau wanita, Yahudi atau bukan Yahudi, hitam atau putih, kaya atau miskin dapat turut ambil bagian dalam warisan Allah. Setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat menjadi "bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka" (ayat 31). Kita dibebaskan dari perbudakan hukum Taurat Allah dan sebaliknya ditawari anugerah Allah. Dan warisan kita adalah kemerdekaan-kemerdekaan mutlak di dalam Kristus.

Sudahkah anugerah Allah memerdekakan Anda? --JDB


KITA DAPAT MEMPEROLEH KEMERDEKAAN SEJATI
DENGAN MENJADI HAMBA KRISTUS

download renungan

Sabtu, 30 Januari 2016

MEMETIK KELOPAK DAISY

Bacaan: Roma 8:31-39
NATS: Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah (1 Yohanes 3:1)

Saya ingat masa-masa di sekolah dasar, saat saya pertama kali bersitatap dengan sepasang mata cokelat seorang gadis yang duduk beberapa baris dari tempat saya. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, tetapi terjadi sesuatu. Itulah ?cinta monyet? pertama saya. Pada saat itu kami memetik setangkai bunga daisy dan melepas kelopaknya satu-satu, sambil membayangkan seseorang dan berkata, ?Ia mencintaiku, ia tidak mencintaiku.? Oh, betapa sakitnya saat kelopak bunga daisy terakhir jatuh pada kalimat ?ia tidak mencintaiku?.

Ini mengingatkan saya akan seorang gadis kecil yang berlari masuk rumah di suatu pagi sambil menangis tersedu-sedu. ?Ada apa, Sayang?? tanya ibunya. Sambil mengempaskan diri dalam pelukan ibunya, ia menangis, ?Allah tak mengasihiku lagi.? ?Tentu saja Dia mengasihimu,? kata ibunya meyakinkannya. ?Tidak, Dia tidak mengasihiku,? anak itu tersedu. ?Aku tahu Dia tidak mengasihiku karena aku telah mengujinya dengan memetik kelopak bunga daisy.?

Satu-satunya cara terpercaya untuk mengetahui bahwa Allah mengasihi kita adalah dengan merenungkan segala yang Dia lakukan bagi kita setiap hari. Dan jika masih ragu-ragu, pikirkanlah apa yang dilakukan-Nya untuk menyelamatkan kita! Alkitab mengatakan, ?Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.? (Roma 5:8).

Kita dapat meyakini kasih Allah yang tidak pernah gagal, karena Dia telah membuktikannya melampaui semua pertanyaan. Ya, kasih-Nya nyata ?Richard De Haan


ALLAH MENGASIHI KITA MASING-MASING
SEOLAH-OLAH TAK ADA YANG LAIN UNTUK DIKASIHI

download renungan
HIDUP YANG PENUH

Bacaan: Yohanes 10:1-11
NATS: Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah (Yohanes 10:10)

Saat keluarga kami berkunjung ke Disneyland, saya merenungkan tanda yang terpasang di atas pintu gerbang masuk, "Selamat datang ke tempat yang paling membahagiakan di bumi ini." Di sepanjang sisa hari itu, saya memandang wajah orang-orang yang ada di situ dan terkesan oleh sedikitnya orang yang benar-benar tersenyum sepanjang kunjungan mereka ke "tempat paling membahagiakan di bumi ini". Perhatian saya menjadi terpecah saat menjelajahi taman itu -- berusaha memastikan anak-anak saya menikmati saat yang menyenangkan, lalu bertanya-tanya mengapa ada begitu sedikit orang dewasa yang kelihatannya merasa bahagia.

Saat memikirkan hari itu, saya teringat sebaris lirik lagu lama yang berbunyi, "Hidup terus berlanjut, lama setelah sensasinya hilang." Sepertinya memang demikian.

Secara kualitatif, menjalani hidup dalam kepenuhan itu berbeda dengan sekadar hadir. Bahkan Yesus pun berkata bahwa memampukan kita untuk hidup secara penuh adalah bagian dari misi-Nya: "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah" (Yohanes 10:10). Dia datang supaya kita dapat mengalami hidup yang penuh -- bukan menurut standar dunia yang telah jatuh ke dalam dosa, melainkan hidup seperti seharusnya, yaitu hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Sang Pencipta kehidupan.

Dengan datang untuk menyediakan pengampunan bagi orang-orang yang memberontak dan hancur, Yesus telah memungkinkan kita untuk menjalani hidup penuh sukacita dan pengharapan di dunia yang penuh keputusasaan --WEC


DENGAN MENGENAL ALLAH
MAKA AKAN MUNCUL LAGU DI HATI DAN SENYUM DI WAJAH ANDA

download renungan
PERPUSTAKAAN YANG HILANG

Bacaan: Yesaya 40:6-8
NATS: Rumput menjadi kering, ... tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya (Yesaya 40:8)

Bagian yang paling saya senangi di perpustakaan adalah sejarah dan majalah. Bagaimana dengan Anda? Bayangkanlah jika pada suatu Sabtu pagi Anda datang ke perpustakaan, tetapi hanya menemukan bahwa buku-buku favorit Anda telah menjadi tumpukan abu.

Berabad-abad yang lalu, hal itulah yang terjadi ketika ribuan buku di Perpustakaan Alexandria dilanda kebakaran. Pada zaman kuno, Alexandria merupakan tempat untuk melakukan penelitian. Lalu pada hari yang membawa bencana di tahun 47 SM, Julius Caesar membakar kapal-kapalnya di pelabuhan Alexandria agar tidak jatuh ke tangan musuh. Api itu segera menyebar ke dok dan gudang senjata angkatan laut, dan akhirnya menghancurkan 400.000 gulungan tulisan yang berharga di dalam perpustakaan.

Tragedi semacam itu menunjukkan betapa mudahnya materi-materi tertulis itu rusak. Kenyataan ini membuat kelangsungan Alkitab kita sebagai suatu mukjizat. Firman Allah telah melalui berbagai peristiwa pembakaran, kerusuhan, revolusi, penganiayaan, dan bencana. Namun, para ahli teologi berkata bahwa naskah-naskah itu telah terpelihara dengan akurat setelah diperbanyak selama ribuan tahun.

Allah mengilhamkan penulisan Kitab Suci (2Timotius 3:16) dan telah berjanji untuk memeliharanya sepanjang abad (Yesaya 40:8). Pada kesempatan berikutnya saat Anda membuka Alkitab, luangkanlah waktu untuk merenungkan betapa berharganya Alkitab itu, dan bersyukurlah kepada Allah yang telah menjaganya tetap aman bagi Anda --HDF


BUKU-BUKU TERLARIS DATANG DAN PERGI
NAMUN FIRMAN ALLAH TETAP TINGGAL UNTUK SELAMA-LAMANYA

download renungan

Jumat, 29 Januari 2016

?PENJAJA ES KRIM?

Bacaan: 1 Korintus 10:1-13
NATS: Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2 Timotius 2:22)

Jeff kecil berusaha keras menabung untuk membelikan ibunya sebuah hadiah. Usaha itu merupakan perjuangan berat bagi Jeff, karena ia sangat mudah menyerah atas godaan untuk membeli sesuatu dari penjaja es krim, tatkala mobil berwarna cerah itu datang berkeliling di sekitar rumahnya.

Suatu malam setelah ibunya menyelimutinya di ranjang, ibunya mendengar Jeff berdoa, ?Ya Allah, tolonglah aku supaya aku menjauh apabila penjaja es krim datang besok.? Bahkan di usianya yang masih belia, ia telah belajar bahwa cara yang paling baik untuk mengalahkan pencobaan adalah dengan menghindari apa yang menarik bagi kelemahan kita.

Semua orang percaya dicobai untuk berbuat dosa. Namun demikian, mereka tidak perlu menyerah. Tuhan menyediakan cara untuk menang atas segala bujukan iblis (1 Korintus 10:13). Akan tetapi kita harus melakukan tugas kita. Kadang kala itu termasuk menghindari situasi- situasi yang akan membuat kita kalah secara rohani.

Rasul Paulus memperingatkan Timotius untuk menjauhi nafsu orang muda (2 Timotius 2:22). Ia harus menjaga jarak dari godaan-godaan yang mungkin akan membuatnya menyerah karena daya pikatnya yang kuat. Itu adalah nasihat yang baik.

Jika mungkin, kita jangan pernah membiarkan diri kita berada di tempat-tempat yang salah, atau bergaul dengan orang yang akan membujuk kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya kita hindari.

Karena itu, pastikan Anda untuk lari dari ?penjaja es krim?! ?Richard De Haan


KITA AKAN JATUH KE DALAM PENCOBAAN
JIKA KITA TIDAK LARI DARI PADANYA

download renungan
PERBANDINGAN YANG BENAR

Bacaan: 2 Korintus 10:12-18
NATS: Mereka ... membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! (2 Korintus 10:12)

Ketika saya masih kecil, saya harus mengenakan kacamata. Yang menarik, penglihatan saya membaik, dan mulai SMA sampai usia 40 tahun saya tidak memerlukan kacamata lagi. Pada rentang usia yang penting itu, saya memiliki penglihatan yang sangat baik. Sekarang, karena degradasi alami yang terjadi pada mata, saya kembali mengenakan kacamata untuk melihat jauh dan dekat. Tanpa kacamata, penglihatan saya kabur.

Mengenai "penglihatan rohani" kita, Paulus berkata, "Sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka" (1 Korintus 13:12). Kata samar-samar (enigma dalam bahasa Yunani) mengandung arti bahwa sebagus apa pun penglihatan rohani kita dalam kehidupan duniawi sekarang, tetaplah tidak sempurna.

Zaman dahulu, orang tidak memiliki cermin yang jelas seperti zaman sekarang. Sebagai gantinya, cermin pada zaman itu dibuat dari logam yang dikilapkan, dan cermin itu memberikan bayangan yang samar-samar, tidak jelas. Yang terlihat melalui cermin hanyalah perwujudan tidak sempurna dari apa yang bisa tampak jelas jika dilihat langsung.

Jika Anda menanyakan apa yang sedang dikerjakan Allah dalam hidup Anda, teruslah memercayai-Nya dan carilah kejelasan jawabannya melalui doa dan firman-Nya.

Saat ini, pemahaman kita memang masih terbatas (1 Korintus 13:9). Penglihatan rohani kita masih kabur, tetapi kelak kita akan melihat dengan jelas di surga. Kita akan melihat Yesus "muka dengan muka" --HDF

download renungan

TIDAK ADA PENIPUAN YANG LEBIH BERBAHAYA
DARIPADA PENIPUAN TERHADAP DIRI SENDIRI
PENTINGNYA BERTERIMA KASIH

Bacaan: Lukas 17:11-19
NATS: Salah seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring (Lukas 17:15)

Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem ketika sepuluh orang kusta mendekati Dia. Sambil berdiri jauh-jauh, sebagaimana yang seharusnya dilakukan penderita kusta, mereka berseru kepada-Nya: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" (Lukas 17:13).

Ketika Yesus melihat mereka, Dia memberikan perintah, "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan dalam perjalanan, mereka sembuh.

Salah seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali, tersungkur di kaki Yesus, dan bersyukur kepada-Nya. "Di manakah yang sembilan orang itu?" tanya Yesus. Pertanyaan yang bagus.

Yesus menunjuk pria yang penuh ucapan syukur itu sebagai seorang Samaria orang luar mungkin untuk menekankan perkataan-Nya bahwa "anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang" (16:8). Kata "cerdik" dalam bahasa aslinya berarti "penuh perhatian". Kadang kala orang-orang dunia memiliki tata krama yang lebih baik daripada para pengikut Yesus.

Dalam kesibukan hidup, kita mungkin lupa untuk mengucapkan terima kasih. Seseorang telah melakukan sesuatu bagi kita memberi hadiah, melakukan suatu tugas, menyampaikan khotbah yang tepat, memberikan perkataan nasihat atau penghiburan. Namun, kita lalai untuk berterima kasih.

Apakah ada seseorang yang telah melakukan sesuatu untuk Anda minggu ini? Teleponlah teman Anda itu atau kirimkan sebuah kartu ucapan terima kasih. Lagi pula, kasih "tidak melakukan yang tidak sopan" (1Korintus 13:5) --DHR


KITA TIDAK MEMBUTUHKAN LEBIH BANYAK HAL
UNTUK DAPAT BERTERIMA KASIH
KITA HANYA PERLU LEBIH BERTERIMA KASIH

download renungan

Kamis, 28 Januari 2016

SEMUT DAN GAJAH

Bacaan: Amsal 6:6-11
NATS: Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah (1 Korintus 15:34)

Gajah laut menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk tidur. Majalah Science News melaporkan, ?Gajah laut jantan berukuran 4,8 meter, diukur dari hidungnya yang menyerupai belalai sampai ke bagian sirip. Dan berat mereka sekitar 3 ton. Kadang-kadang, seekor gajah laut akan menggunakan sirip depannya?yang sangat kecil bagi makhluk raksasa ini?untuk menggaruk dirinya atau mengais pasir pelindung matahari pada tubuhnya.? Selain itu binatang raksasa ini pada dasarnya tak bergerak.

Selanjutnya artikel itu menyatakan bahwa hal itu dikarenakan mereka tidak makan selama di darat pada musim berkembang biak, mereka tidur hampir sepanjang waktu. Selain menggaruk-garuk, bergulingan di lumpur, atau berguling-guling, binatang berat ini jarang bergerak.

Sebaliknya, semut kecil tampaknya tidak merasa lelah sewaktu mereka mulai melakukan pekerjaan secara tekun, yaitu menyimpan makanan untuk koloninya. Penulis kitab Amsal memuji kerajinan semut, mengutip keaktifan mereka sebagai contoh bagi orang yang mau hidup secara bijaksana.

Ada pelajaran rohani di sini. Orang-orang kristiani yang pola pelayanannya seperti semut, menyelesaikan segala sesuatu bagi Tuhan. Tetapi lainnya, seperti gajah laut, jarang bergerak. Mereka tampaknya hampir tidak hidup secara rohani, seolah-olah mereka menghemat energi untuk beberapa usaha yang sangat besar nantinya. Tetapi sekaranglah waktunya untuk sibuk bagi Kristus, meskipun talenta kita mungkin tampak tidak berarti.

Tirulah semut, bukan gajah laut ?Dave Egner


BANYAK ORANG KRISTIANI TIDAK MELAKUKAN APA-APA
PADAHAL TAK ADA ORANG KRISTIANI YANG TAK MEMPUNYAI PEKERJAAN

download renungan
NAMA ALLAH

Bacaan: Keluaran 20:1-7
NATS: Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan (Keluaran 20:7)

Kadang-kadang memang tidak mudah bagi kita untuk mengikuti kecepatan stenografi yang menyertai komunikasi elektronik yang cepat dan modern. Dalam IM-speak (chatting lewat internet) atau bahasa pesan teks, kata laughing out loud (tertawa terbahak-bahak) disingkat menjadi "lol". By the way (ngomong-ngomong) menjadi "btw". Dan yang patut disesalkan, sebagian orang menggunakan "omg" untuk Oh, my God! (ya Tuhan!)

Kalimat terakhir ini sepertinya terlontar di bibir banyak orang yang tengah menerima berita mengejutkan. Akan tetapi, sebagai orang kristiani, kita seharusnya tidak lagi mengucapkan kalimat ini atau kalimat lain yang menggunakan nama Allah dengan sembrono.

Dalam Matius 6, pada saat Yesus mengajar para murid-Nya tentang doa, hal pertama yang diajarkan oleh Dia kepada mereka adalah: "Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu" (ayat 9). Di situ tampak jelas bagi kita bahwa nama Allah itu sendiri istimewa. Nama Allah itu mencakup sifat, pengajaran-Nya, dan otoritas moral-Nya. Menyebut nama Allah berarti memanggil Sang Pencipta dan Penopang alam semesta ini.

Sebisa mungkin, kita harus menghormati dan melindungi nama Allah yang kudus, serta menjaga pemakaian nama tersebut hanya pada saat kita berbicara tentang Dia atau menyapa-Nya di dalam iman.

Marilah kita berhati-hati untuk tidak mengubah nama suci Allah kita yang mengagumkan dan agung menjadi sekadar kalimat sembrono yang terucap di bibir kita atau tertulis di dalam pesan teks --JDB


NAMA ALLAH: PERGUNAKAN DENGAN HATI-HATI

download renungan
PILIHAN ADA DI TANGAN KITA

Bacaan: Kolose 3:1-17
NATS: Pikirkanlah hal-hal yang di atas (Kolose 3:2)

Pada suatu sore di musim panas, saya mendaki bukit di dekat rumah saya. Saat sampai di puncak, saya berbaring dan meregangkan tubuh saya di atas rumput.

Saat memalingkan kepala saya ke satu sisi, mata saya terpusat kepada beberapa lembar rumput yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah saya. Fokus jarak pendek ini tidak hanya menegangkan mata saya, tetapi juga mengaburkan pandangan terhadap hal-hal lain di depan hidung saya. Maka saya mulai mengubah fokus saya, sehingga kota yang jauh pun terlihat. Saya mendapati bahwa saya dapat mengubah pandangan saya dari jarak dekat ke jarak yang jauh sesuka hati saya. Pilihan itu ada di tangan saya.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus menekankan bahwa para pengikut Kristus perlu menjaga agar kekekalan dalam jangkauan pandangan mereka. Ia menulis, "Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi" (Kolose 3:2). Kita dapat memilih ke mana kita mengarahkan fokus kita.

Kita dapat menyerah kepada pikiran-pikiran yang egois dan duniawi, dan mengaburkan pandangan kita akan hal-hal lain di depan hidung kita. Atau kita dapat menatap menembus suasana yang penuh dosa ini dan memusatkan perhatian kepada hal-hal yang di atas, di mana Kristus duduk di sebelah kanan Allah dan kita bersama Dia! Hanya dengan cara demikianlah kita dapat berada pada posisi yang tepat untuk melihat hal terpenting dalam hidup kita.

Hanya pikiran yang diarahkan pada hal-hal yang di ataslah yang dapat berkata "tidak" kepada dosa dan "ya" kepada kekudusan. Pilihan itu ada di tangan kita --JEY


SATU-SATUNYA CARA UNTUK MELIHAT HIDUP DENGAN JELAS
ADALAH DENGAN BERFOKUS KEPADA KRISTUS

download renungan

Rabu, 27 Januari 2016

KEKRISTENAN KONSUMEN

Bacaan: Lukas 9:18-26
NATS: ?Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku? (Lukas 9:23)

Dalam buku The Empty Church, sejarawan Thomas C. Reeves berkata, ?Kekristenan di Amerika modern . . . cenderung mudah, menggembirakan, nyaman, dan kompatibel. Tidak diperlukan pengorbanan diri, disiplin, kerendahan hati, pandangan mengenai dunia yang dituju setelah kematian, hasrat bagi jiwa-jiwa, takut dan juga kasih akan Allah. Hanya ada sedikit rasa bersalah dan tak ada penghukuman, serta upah di surga pada hakikatnya pasti. Apa yang kita miliki sekarang mungkin sangat cocok diberi label ?Kekristenan Konsumen?. Harganya murah dan kepuasan konsumen tampaknya terjamin.?

Jika kita hanyalah konsumen dari Allah yang Perkasa, kita dapat menjadi selektif dalam iman dan menolak segala sesuatu yang tidak kita sukai. Tetapi itu bukanlah gagasan yang kita peroleh dari Yesus. Dia mengarahkan kita ke salib, tidak ke meja pengecekan barang rohani. Dia berkata, ?Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Aku. Karena barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya? (Lukas 9:23,24). Kristus mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita, bukan untuk kepuasan kita. Dan Dia memanggil kita untuk memercayai-Nya, kemudian mengikuti-Nya dengan hidup dalam penyangkalan diri.

Di dalam dunia ini, di mana konsumen selalu menjadi pihak yang benar, diperlukan ketaatan yang radikal kepada Allah supaya kita dijauhkan dari keikutsertaan dalam ?Kekristenan Konsumen? ?David McCasland


MENGIKUT YESUS TIDAK SELALU MUDAH, TETAPI SELALU BENAR
SINDROM TURKISH DELIGHT

Bacaan: Galatia 5:16-25
NATS: Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus dan janganlah menuruti tabiat yang bersifat daging untuk memuaskan keinginannya (Roma 13:14)

Dalam buku seri Narnia The Lion, the Witch, and the Wardrobe, Edmund dengan mudah dibujuk ke sisi kegelapan oleh penyihir putih yang jahat. Metode penyihir itu sederhana -- ia memenuhi keinginan Edmund akan makanan yang nikmat dan manis, serta keinginannya akan status dan pembalasan dendam. Kue Turkish Delight yang ditawarkannya itu lezat, dan membuat Edmund ketagihan. Daya tariknya yang begitu kuat membuat Edmund mengkhianati saudara-saudaranya.

Nafsu dunia dan daging merupakan sesuatu yang kuat serta membuat orang menjadi kecanduan, sehingga itu digunakan sebagai alat oleh Iblis. Ia memenuhi kesenangan kita untuk memuaskan hasrat kita yang egois dan penuh dosa, serta menggunakannya untuk menggoda, mengendalikan, mematahkan semangat, mengalahkan, serta menghancurkan kita. Kita mengidam-idamkan kekuasaan, uang, makanan, alkohol, pakaian, atau seks, sekalipun harus mengorbankan teman-teman, orang-orang terkasih, dan bahkan hubungan dengan Juru Selamat kita, untuk memuaskan hasrat kita.

Bagaimana kita dapat bertahan melawan godaan Setan? Paulus berkata, "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging" (Galatia 5:16). Ia pun menulis, "Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus dan janganlah menuruti tabiat yang bersifat daging untuk memuaskan keinginannya" (Roma 13:14). Dan Yohanes berkata, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya" (1 Yohanes 2:15).

Kenakanlah Tuhan dan hiduplah oleh Roh. Itulah caranya mematahkan kuasa sindrom kue Turkish Delight --DCE


ALLAH TELAH MENYEDIAKAN SENJATA UNTUK MELAWAN GODAAN
DAN TUGAS KITA ADALAH MENGENAKANNYA
REKAN SEKERJA

Bacaan: Keluaran 17:1-6
NATS: Kami adalah kawan sekerja untuk Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah (1Korintus 3:9)

Ketika tiba saatnya bagi Musa untuk memukul batu di padang pasir untuk memperoleh air bagi orang-orang Israel yang kehausan, ia hanya memiliki peran yang sangat kecil hanya memukul batu. Siapa pun di antara orang Israel dapat melakukannya. Hal yang utama adalah apa yang sedang dikerjakan Allah di inti bumi untuk menyediakan aliran air yang melimpah.

Namun, keduanya bekerja bersama: Musa di hadapan orang-orang; Allah di kedalaman bumi yang tersembunyi. Musa dan Allah merupakan rekan sekerja.

Selalu ada dua pihak dalam setiap pekerjaan yang berbuah banyak: para pekerja yang memiliki kesediaan hati dan Allah yang setia. Bagian manusia adalah melakukan apa pun yang diperintahkan Allah kepada kita memukul batu. Tugas Allah adalah mengalirkan air itu.

Apakah Musa dibebani oleh kekhawatiran sewaktu ia mendekati batu itu, berpikir bahwa ia mungkin gagal? Saya meragukan hal itu. Ia hanya perlu mengikuti Tuhan dalam ketaatan. Allah telah berjanji untuk melakukan semua hal lainnya. Dan Musa telah melihat Allah melakukan mukjizat-mukjizat besar sebelumnya.

Apakah Anda mengkhawatirkan tugas yang telah diberikan Allah hari ini? Apakah Anda percaya bahwa segala sesuatunya bergantung kepada Anda? Pukul saja batu itu. Allah sedang bekerja secara tersembunyi untuk menumpahkan aliran air bagi setiap pria, wanita, dan anak-anak. Dan ketika air hidup mulai mengalir, muliakanlah Dia.

Lakukan saja bagian Anda dan Dia akan melakukan bagian-Nya --DHR


"DI LUAR AKU, ENGKAU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA" Yesus

Selasa, 26 Januari 2016

TERUJI DAN BENAR

Bacaan: Galatia 5:22-26
NATS: Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? (Amsal 20:6)

Kita sering kecewa terhadap orang yang tidak setia. Seorang sanak keluarga berjanji akan menulis surat, tetapi bulan-bulan berlalu tanpa ada surat yang diterima. Seorang pendeta berkata bahwa ia akan mengunjungi bila kita sakit, tetapi ia tidak pernah datang ke rumah sakit atau ke rumah kita. Seorang sahabat setuju akan menemani kita dalam kemalangan, tetapi menelepon pun tidak. Banyak orang berkata akan mendoakan kita, tetapi mereka cepat melupakan kebutuhan kita. Seseorang berjanji akan melakukan suatu tugas penting bagi kita, tetapi tak pernah melakukannya. Kita bertanya-tanya, ?Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?? (Amsal 20:6).

Kita tidak dapat berbuat banyak terhadap ketidaksetiaan orang lain. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal untuk kesetiaan kita terhadap orang lain. Apabila kita berjanji, kita harus menepatinya. Bila kita berkata kepada seseorang bahwa kita akan berdoa baginya, kita perlu menindaklanjuti dan melakukannya. Apabila kita menyatakan kesetiaan dan kasih kepada orang lain, maka kita dapat melakukan hal-hal kecil yang menunjukkan kepada mereka bahwa kita serius.

Rasul Paulus mengatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesetiaan (Galatia 5:22). Allah akan menciptakan di dalam diri kita roh yang teguh jika kita menganggap serius apa yang kita katakan kepada orang lain tentang hal-hal yang akan kita lakukan bagi mereka, dan jika kita menepatinya.

Mintalah Allah menjadikan Anda orang yang dapat dipercaya, yakni orang yang teruji dan benar ?David Roper


SETIA PADA HAL-HAL KECIL ADALAH perkara YANG BESAR
KE PADANG PASIR

Bacaan: Keluaran 15:22-27
NATS: Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau (Keluaran 15:26)

Setelah umat Israel menyeberangi Laut Merah dengan cara yang ajaib, mereka kemudian dituntun ke padang pasir. Sungguh aneh bahwa Allah menuntun mereka dari tempat pewahyuan dan kuasa menuju tempat kekecewaan dan kesukaran yang mengerikan!

Namun, Allah ingin menunjukkan kepada mereka bahwa hidup adalah kombinasi pengalaman pahit dan manis, menang dan kalah. Pada saat umat Israel tiba di Mara, mereka bersungut-sungut karena airnya pahit (Keluaran 15:23). Setelah Musa menengahi (ayat 25), Allah mengingatkan mereka untuk melakukan perintah-perintah-Nya (ayat 26). Lalu Dia membawa mereka ke Elim yang penuh kelimpahan dan menyegarkan (ayat 27).

Tuhan ingin mengajarkan kepada mereka bahwa setiap pengalaman sepanjang perjalanan itu mengungkapkan isi hati mereka. Ujian ini menunjukkan bahwa ternyata mereka hidup dengan mengandalkan penglihatan, bukan iman.

Mereka juga belajar bahwa Allah sebenarnya terlibat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dia ingin mereka tahu bahwa Dia tak hanya dapat membelah laut, tetapi Dia juga akan menyediakan air bagi umat-Nya. Dia mengetahui kebutuhan mereka karena Dia yang merancang jalan mereka.

Jika Anda saat ini sedang dituntun menuju gurun kekecewaan dan kepahitan, percayalah kepada Allah, karena Dia tahu pasti di mana Anda berada saat ini dan apa yang sedang Anda butuhkan. Apabila Anda menaati perintah-Nya, Dia akan menuntun Anda keluar dari gurun itu ke tempat kelimpahan rohani, kesembuhan, dan kesegaran --MW


SEMAKIN PAHIT PENGALAMAN DI GURUN
MAKA AIR OASISNYA AKAN TERASA SEMAKIN MANIS
Adakah Pengaruh Umur Domain dengan SEO?

Beberapa kalangan menilai bahwa umur domain akan mempengaruhi SEO blog kita, misalkan kita mempunyai old domain maka akan lebih karena dipercaya search engine, sehingga akan mendapatkan SERCH yang bagus, benarkah demikian?
Sebelumnya kita pelajari dulu apa itu old domain dan apa itu old web/blog. Old domain adalah domain yang berusia lebih dari satu tahun, sedangkan old web/blog adalah web/blog yang berusia lebih dari satu tahun, yang namanya blog pasti ada hosting beserta isi dan postingnya, berbeda dengan domain saja. Nah setelah kita tahu perbedaan diatas, sekarang kita bisa memahami lebih jauh tentang pengaruh umur domain dan SEO.
Ada hal yang perlu diluruskan disini, umur domain tidak pengaruh dengan SEO, mengapa demikian? satu alasannya karena domain tersebut tidak memiliki isi/ deskripsi, sehingga tidak akan dikenal search engine walo domain tersebut terindeks oleh search engine. Hal ini berberda dengan web/blog yang sudah berumur, karena sudah memiliki isi dan deskripsi maka blog tersebut akan dikenal oleh search engine, sehingga search engine bisa mengetahui apa isi, deskripsi, dan keyword blog kita. Karena sudah dikenal maka blog kita bisa mendapatkan SERCH yang bagus.
Ada yang perlu diperhatikan jika kita menggunakan old domain untuk blog baru kita. yang pertama perhatikan niche domain sebelum kita gunakan dulu. Misalnya kita punya domain technology.com, nah kita bisa lihat history domain tersebut, digunakan niche apa sebelumnya. Misalnya domain tersebut menggunakan niche teknologi (karena namanya emg teknolgi,hehehe,,,,) nah blog baru kita harus bertemakan teknologi juga, karena domain kita sudah dikenal search engine dengan niche/tema teknologi. Jika kita merubah tema/niche yang lain bisa jadi posisi SEARCH kita akan malah hancur dan ilang, karena terjadi perubahan deskripsi dan keyword sehingga search engine perlu "kenalan" ulang dengan niche baru tersebut pada akhirnya perlu waktu juga kan untuk membangun SEARCH yang baik?
Jadi kesimpulannya umur domain tidak akan pengaruh dengan SEO, yang berpengaruh adalah umur suatu web atau blog. So, happy blogging.

MENINGGIKAN TUAN KITA

Bacaan: 2Korintus 11:23-28
NATS: Darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat (2Timotius 4:6)

Sebagai seorang pria berkepribadian teguh, Rasul Paulus memiliki sebuah ambisi yang pasti. Ia menguraikannya dalam suratnya kepada jemaat di Filipi: "Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku" (1:20).

Tanpa memedulikan apa yang mungkin akan dideritanya, atau kesukaran yang mungkin akan dilaluinya, ia bertekad menjadikan hidupnya sebagai alat untuk memuliakan Yesus. Tanpa menyerah ia berpegang teguh pada keputusan yang telah diambilnya itu di dalam bahaya, kesakitan, dan penjara, dan bahkan bersedia mempersembahkan tubuhnya sebagai korban.

Sebagian dari kita barangkali tidak dapat melihat bagaimana Yesus dapat dimuliakan di dalam tubuh kita. Kita mungkin berpikir bahwa hal itu hanya dapat terjadi saat kita dianiaya karena kita memegang teguh iman kita. Namun sebenarnya tidak seperti itu.

Tangan kita dapat meninggikan Tuhan saat kita menulis surat-surat yang menghibur. Kaki kita dapat meninggikan Dia saat kita melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana menolong orang lain. Suara kita dapat meninggikan Dia saat kita memberikan kesaksian dan menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Hati kita dapat meninggikan Dia saat kita menyatakan di dalam doa, kasih kita bagi Kristus Sang Penebus. Telinga kita dapat meninggikan Dia saat kita dengan penuh ucapan syukur mendengarkan khotbah-khotbah yang mengagungkan anugerah-Nya.

Jika kita mengenal Yesus, kita dapat meninggikan Dia dalam kehidupan kita sehari-hari --VCG


ANDA UNIK DIRANCANG UNTUK MEMULIAKAN ALLAH
SEAKAN-AKAN HANYA ANDA YANG DAPAT MELAKUKANNYA

Popular Posts