SALAM ..

Sabtu, 26 Maret 2016

ANUGERAH PENGAMPUNAN

Bacaan: Roma 12:14-21
NATS: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

Sangat sulit untuk memahami bagaimana Tuhan Yesus dapat berdoa bagi orang-orang yang telah menganiaya-Nya dengan brutal, agar mereka diampuni (Lukas 23:34). Kita sering memaklumi hati kita yang tidak dapat mengampuni dengan mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, sementara kita adalah makhluk yang penuh dosa. Akan tetapi, Yesus memanggil kita untuk mengikuti teladan ilahi-Nya.

Mempraktikkan perintah-perintah Alkitab memang tidak mudah. Sebagai contoh, sangatlah sulit untuk berdoa dengan tulus agar Allah mengampuni musuh kita dan orang-orang yang merendahkan serta meremehkan kita. Akan tetapi firman Allah sangat jelas mengatakan: "Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44).

Pada saat kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan dalam doa, Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukan perintah-perintah-Nya yang tersulit sekalipun. Pikirkanlah seseorang yang sangat menyakiti hati Anda. Jika perlu, paksakan ingatan Anda. Sementara Anda memikirkan perasaan Anda tentang orang tersebut, berdoalah: "Tuhan, banjirilah hatiku dengan belas kasihan, dan bersihkan diriku dari roh yang tidak mau mengampuni. Tolong aku untuk ?hidup dalam perdamaian dengan semua orang?" (Roma 12:18).

Apabila banyak orang kristiani yang melakukan hal itu, betapa hebatnya perbedaan yang membawa perubahan yang dapat terjadi di dalam pernikahan, rumah, dan gereja kita. Dan kita pun dapat memiliki pengaruh yang besar di dalam dunia yang dipenuhi kebencian ini ?VCG


TANAH YANG DIPENUHI OLEH AKAR KEPAHITAN
PERLU DIBAJAK DENGAN KASIH KARUNIA ALLAH

Jumat, 25 Maret 2016

KHOTBAH YANG SAMA

Bacaan: Matius 4:12-17
NATS: Sejak itu Yesus mulai memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" (Mat. 4:17)

Ada sebuah kisah tentang seorang pria yang memberikan khotbah yang mengesankan. Ia berusaha menjadi pendeta di sebuah gereja baru. Semua orang menyukai khotbahnya dan memilihnya untuk menjadi pendeta baru mereka. Namun, mereka agak terkejut ketika sang pendeta menyampaikan khotbah yang sama pada hari Minggu pertamanya di sana -- dan lebih mengejutkan lagi, ia mengkhotbahkan hal yang sama lagi pada minggu depannya. Setelah ia memberikan khotbah yang sama selama tiga minggu berturut-turut, para pemimpin gereja menemuinya untuk mencari tahu alasannya. Pendeta itu meyakinkan mereka, "Saya tahu apa yang saya lakukan. Bila Anda semua sudah mulai menjalankan pesan khotbah tadi dalam hidup ini, barulah selanjutnya saya akan memberikan khotbah yang lain."

Yesus kerap berkhotbah dengan tema berulang. Jangan heran, itu karena Raja segala raja ingin memastikan bahwa umat-Nya sudah memahami apa yang mereka butuhkan untuk menjadi bagian di kerajaan-Nya. Dia memberi perintah ke seluruh dunia, yaitu perintah yang sangat berbeda dengan yang biasa dijalani manusia dalam hidup ini. Tema seperti pengampunan, pelayanan, serta belas kasih dan anugerah yang tak bersyarat berulang kali dikhotbahkan-Nya.

Dua ribu tahun kemudian, ternyata kita pun membutuhkan khotbah yang sama tersebut. Begitu kita mulai bertobat dan hidup di bawah otoritas, pemerintahan, dan kekuasaan Yesus Sang Raja, kita akan merasakan manfaatnya bagi hidup kita, yakni untuk memuliakan nama-Nya dan untuk menjadi berkat bagi sesama --JS

Alkitab memberi pedoman pada kita
Untuk hidup memuliakan nama-Nya,
Tetapi tidak berguna kalau tidak dibaca
Dan ditaati segala perintah-Nya. --Sper


KHOTBAH BELUM LENGKAP BILA BELUM DIPRAKTIKKAN

Kamis, 24 Maret 2016

MERAYAKAN PERMULAAN

Bacaan: Lukas 1:26-38
NATS: Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus (Lukas 1:31)

Banyak gereja yang merayakan 25 Maret sebagai hari peringatan Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan. Hari ini dihormati sebagai peringatan pemberitahuan malaikat kepada Maria bahwa ia akan menjadi ibu Yesus, Mesias. Di masyarakat kita yang berorientasi pada keberhasilan, perayaan ini adalah peringatan yang dibutuhkan untuk mengakui dan bersukacita atas dimulainya pekerjaan Allah dalam hidup seseorang. Kita tidak menahan kegembiraan atas suatu keberhasilan.

Karena kita sering membaca Injil Lukas pada hari Natal, kita mungkin lupa bahwa ada 9 bulan masa kepercayaan dan penantian sejak Maria menanggapi penyataan Gabriel hingga kelahiran Yesus. Ketika kita membaca kata-kata penyerahan Maria dalam konteks masa penantian ini, kita akan mendapat tambahan pemahaman: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38). Maria pasti telah menerima dorongan semangat yang besar ketika sepupunya mengatakan, "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana" (ayat 45).

Kita dapat merayakan suatu permulaan dengan memberikan pelukan atau jabat tangan kepada seorang percaya baru yang mengakui imannya di dalam Kristus. Kita dapat menulis sebuah catatan yang menyemangati kepada seorang teman yang telah memilih untuk menaati firman Allah.

Marilah kita meraih setiap kesempatan yang ada untuk merayakan permulaan pekerjaan Allah di dalam kehidupan orang lain ?DCM


ROH MANUSIA MEMBUBUNG DENGAN PENGHARAPAN
KETIKA DIANGKAT OLEH PERKATAAN YANG MEMBERIKAN SEMANGAT

Rabu, 23 Maret 2016

TAK ADA YANG REMEH

Bacaan: Yesaya 49:13-18
NATS: Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 103:13)

Beberapa ibu yang memiliki anak kecil saling berbagi tentang jawaban-jawaban doa yang menguatkan. Seorang ibu mengakui bahwa ia merasa egois jika mengganggu Allah dengan berbagai kebutuhannya. "Jika dibandingkan dengan kebutuhan semua orang yang dihadapi oleh Allah," jelasnya, "keadaan saya pasti tampak remeh bagi-Nya."

Beberapa saat kemudian, anak lelaki ibu itu berlari sambil menjerit karena jarinya terjepit pintu. Sang ibu tidak mengatakan, "Betapa egoisnya kamu mengganggu Ibu dengan jarimu yang sakit pada saat Ibu sedang sibuk!" Tidak, ia justru menunjukkan belas kasih dan kelembutan yang besar.

Mazmur 103:13 mengingatkan kita bahwa itu adalah respons kasih, yang ditunjukkan baik oleh Allah maupun manusia. Dalam Yesaya 49, Allah mengatakan bahwa sekalipun seorang ibu melupakan anaknya, Tuhan tidak akan melupakan anak-anak-Nya (ayat 15). Allah meyakinkan umat-Nya, "Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku" (ayat 16).

Keintiman dengan Allah semacam itu hanya dimiliki oleh mereka yang takut kepada-Nya, yang bersandar kepada Allah dan bukan kepada dirinya sendiri. Seperti anak kecil yang jarinya sakit berlari ke arah ibunya dengan bebas, demikian juga kita dapat berlari kepada Allah dengan segala masalah sehari-hari kita.

Allah kita yang penuh belas kasih tidak mengabaikan orang lain hanya karena Dia sedang menaruh perhatian kepada Anda. Dia memiliki waktu dan kasih yang tidak terbatas bagi masing-masing anak-Nya. Tidak ada kebutuhan manusia yang dianggap-Nya remeh --JEY


ALLAH MENANGGUNG BEBAN DUNIA DI PUNDAK-NYA
DAN MENGGENGAM ANAK-ANAK-NYA DALAM TELAPAK TANGAN-NYA

Selasa, 22 Maret 2016

SI JANGGUT HITAM

Bacaan: Yesaya 14:12-15
NATS: Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu ... sampai terdapat kecurangan padamu (Yehezkiel 28:15)

Ketika masih muda, pada akhir dekade 1600-an, Edward Teach memutuskan untuk bergabung menjadi kru sebuah kapal Inggris yang berlayar menuju Karibia. Lama setelah menjadi pelaut, ia kemudian memimpin penangkapan sebuah kapal dagang dan mengubahnya menjadi kapal perang bersenjata 40 buah. Teach kemudian dikenal sebagai si Janggut Hitam -- bajak laut yang paling ditakuti di dunia.

Si Janggut Hitam mengalami banyak keberhasilan selama ia menjadi bajak laut. Akan tetapi, "kariernya" kemudian berakhir begitu saja pada saat ia bertemu dengan rombongan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Dalam sebuah peperangan yang seru, ia dan teman-teman bajak lautnya terbunuh dan peristiwa tersebut mengakhiri pergerakan terorisme mereka.

Dahulu di surga, seorang malaikat jatuh dalam pemberontakan rohani. Lucifer adalah kerub yang berdiri dalam kemuliaan Allah (Yehezkiel 28:11-15). Namun, kecintaannya kepada diri sendiri telah menggantikan cintanya kepada Sang Pencipta. Karena ingin menyamai Sang Mahatinggi, ia memimpin pemberontakan dan akhirnya dicampakkan dari surga (Yesaya 14:12-15). Kini, ia dan pasukannya melakukan apa saja untuk merebut kehidupan manusia (Lukas 8:12; 2 Korintus 4:4).

Walaupun demikian, kita tidak perlu takut. Setan memang musuh yang berbahaya, tetapi Yesus telah menjatuhkan hukuman baginya saat Dia bangkit dari maut. Dan Yesus telah memberi semua yang kita butuhkan untuk bertahan dari serangan iblis (Efesus 6:10-18) --HDF


ROH YANG ADA DI DALAM KAMU
LEBIH BESAR DARIPADA ROH YANG ADA DI DALAM DUNIA -- 1Yohanes 4:4

Senin, 21 Maret 2016

GANGGUAN ILAHI

Bacaan: Lukas 10:29-37
NATS: Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan (Lukas 10:33)

Seorang Samaria sedang berjalan menuju Yerikho. Ia menemukan seorang Yahudi yang terluka terbaring di sisi jalan. Beberapa orang hanya melewati orang itu, tak mau terganggu karena sibuk dengan urusan masing-masing.

Namun orang Samaria ini, yang dibenci orang Yahudi dan yang mungkin juga akan lewat begitu saja, justru memiliki "belas kasihan". Ia "membalut luka-lukanya ... menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya" (Lukas 10:33,34).

Kehendak Allah menghampiri kita dengan cara-cara yang tak lazim, dan kerap dalam bentuk gangguan. Saat kita menganggap tugas kita hari itu telah selesai dan kita mulai bersantai pada malam hari di rumah, seseorang menelepon atau muncul di depan pintu dan mengganggu waktu santai kita. "Sedang sibuk?" tanya mereka.

Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan tidak menganggapnya gangguan atau kekacauan. Sebaliknya, anggaplah itu sebagai kesempatan yang diberikan Allah untuk melayani orang yang membutuhkan -- mendengarkan dengan baik, menunjukkan kasih, dan membantu mereka menjalin hubungan yang intim dengan Allah.

Salah seorang pelopor penulis kristiani, Jean-Pierre de Caussade, berkata, "Kasih adalah kewajiban masa sekarang." Hal apa pun yang telah kita rencanakan, kita tetap harus mewujudkan kasih.

"Siapa sesama saya?" tanya saya. Yesus menjawab, "Ia adalah utusan-Ku yang datang kepadamu dalam keadaan membutuhkan" --DHR


SEBUAH GANGGUAN
MUNGKIN MERUPAKAN RENCANA ILAHI

Sabtu, 05 Maret 2016

KEGALAUAN BATIN

Bacaan: 1 Samuel 1:9-18
NATS: Aku ... mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan (1Sam. 1:15)

Kadang kala saya merasa seperti berada dalam hubungan yang buruk -- dengan diri sendiri! Setiap kali Julie sang penulis memulai sebuah paragraf, Julie sang editor menyela. "Jangan, jangan, jangan begitu. Jangan mengatakan dengan cara seperti itu. Mengapa kau selalu bernada sangat negatif?" Atau "Apa yang membuatmu berpikir bahwa kau memiliki hal yang berharga untuk dikatakan?"

Sebelum menyelesaikan sebuah pemikiran, pribadi saya yang lain mengoyak-ngoyak. Ini merupakan ritual yang sangat melemahkan. Hal ini juga kondisi yang umum terjadi pada manusia.

Setan senang mengacaukan pikiran kita dengan kritik, dan ia berusaha agar kita melontarkan kritik itu kepada orang lain dan diri sendiri. Kita terlalu dini menghakimi orang lain dan berusaha mengoreksi orang lain sebelum mengetahui apa yang akan mereka katakan. Itulah yang dilakukan Imam Eli ketika Hana berseru kepada Allah. Ia menyela doa Hana dan menuduhnya mabuk (1Sam. 1:12-14).

Namun, Allah mengizinkan kita mencurahkan isi hati secara jujur kepada-Nya (Mzm. 62:9). Bahkan, mazmur itu menunjukkan bahwa saat kita mengungkapkan keraguan dan rasa takut itulah Allah memulihkan kita. Banyak Mazmur yang diawali dengan keputusasaan dan diakhiri dengan pujian (22, 42, 60, 69, 73).

Ketika terjadi perang batin, curahkanlah isi hati Anda di hadapan Tuhan (1Sam. 1:15). Dia akan membuat hal yang tampaknya bodoh menjadi masuk akal --JAL

Bila kekacauan mengguncang jiwa
Dan hari seakan berat menimpa,
Kubuka hati dan merasakan
Damai Tuhan menenangkan pikiran. --Hess

DOA TAK MEMBUAT ALLAH MEMANDANG
DENGAN CARA PANDANG KITA

DOA MENOLONG KITA MEMANDANG DENGAN CARA PANDANG ALLAH

Rabu, 02 Maret 2016

PENCIPTA KITA

Bacaan: Kejadian 1
NATS: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1)

Bab pertama Alkitab membahas tentang persoalan hidup yang paling mendasar. Bagian ini menyatakan bahwa Allah mengadakan segala sesuatu. Hal ini seharusnya memengaruhi cara kita menjalani hidup.

Penulis kitab Kejadian membuat pernyataan radikal bahwa ada satu Allah. Tentunya kebenaran ini bertentangan tajam dengan politeisme dan penyembahan berhala pada zaman kuno. Gambaran masing-masing hari penciptaan mencela berbagai dewa yang dipuja oleh para penyembah berhala di zaman Musa, dan menyatakan bahwa semua itu bukanlah allah sama sekali. Mereka hanyalah ciptaan satu-satunya Allah tunggal yang benar dan hidup.

Pada hari yang pertama, dewa terang dan kegelapan disingkirkan; hari kedua, dewa laut dan langit; hari ketiga, dewa bumi dan tumbuh- tumbuhan; pada hari keempat, dewa matahari, bulan, dan bintang; hari kelima dan keenam, dewa binatang. Dan kemudian akhirnya, manusia. Meskipun semua orang dikaruniai oleh citra ilahi, mereka sebenarnya hanyalah makhluk ciptaan dan tidak boleh dipuja.

Penjelasan ini kemudian mendasari perjanjian bangsa Israel dengan Allah. Misalnya, mengapa Sepuluh Perintah Allah melarang penyembahan terhadap allah-allah yang lain? Karena hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi. Mengapa pembunuhan tidak dapat dibenarkan? Karena manusia telah diciptakan serupa dengan gambar Allah.

Marilah kita menjadikan pengenalan terhadap Allah yang benar dan hidup menjadi tujuan kita ?Haddon Robinson


PADA AWALNYA ? ALLAH

Selasa, 01 Maret 2016

IDENTITAS LAHIR KEMBALI

Bacaan: 2 Korintus 5:14-21
NATS: Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17)

Salah satu film favorit saya adalah The Bourne Identity. Sang tokoh utama, Jason Bourne, mengidap amnesia parah yang membuatnya gelisah, frustrasi, dan bingung.

Banyak dari kita yang hidup seperti Jason Bourne. Kisah hidup kita memang tak sedramatis Jason, tetapi berbagai masalah yang muncul sama: Siapa saya, dan apakah orang memedulikan saya? Kita pindah dari hubungan satu ke hubungan yang lain, dari kegiatan sosial yang satu ke kegiatan sosial lain, dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lain, atau bahkan dari gereja satu ke gereja lain, sambil berusaha "menemukan jati diri kita". Jika kita mencari pengertian identitas diri dalam karier, akan menjadi seperti apa ketika kita pensiun nanti?

Syukurlah ada kabar baik bagi "pencari identitas diri". Kita bisa memiliki identitas yang berarti dan kuat dalam relasi dengan Yesus.

Meski Allah menciptakan kita segambar dengan-Nya (Kej. 1:27), dosa merusak jiwa dan menjauhkan kita dari sukacita dalam hubungan yang indah dengan Sang Pencipta. Identitas kita sebagai ciptaan yang paling berharga dan mulia telah rusak -- hingga Yesus Kristus datang ke dunia untuk menolong dan memulihkan kita sebagai ciptaan-Nya (lihat Rm. 5:12-19). Jika kita memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, kita akan mendapatkan status terhormat berada di "dalam Dia". Dia mengambil alih segala yang lama dan memperbarui semuanya.

Ketika menyadari bahwa Anda adalah ciptaan baru, maka krisis identitas Anda akan berakhir --JS

Kalau kita lahir kembali -- dibarui dalam Kristus --
Setiap insan melihat nyata
Perubahan yang dibuat-Nya di hati kita
Dan tempat kita dalam keluarga-Nya. --Sper

UNTUK MEMULIHKAN DIRI DARI KRISIS IDENTITAS
KITA HARUS MENGIDENTIKKAN DIRI DENGAN KRISTUS

TETAP BERDOA

Bacaan: Lukas 11:5-13
NATS: Setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan (Luk. 11:10)

Kami berdoa. Terkadang dalam suasana hening. Terkadang dengan bersuara. Kami berdoa selama lebih dari 17 tahun. Kami berdoa memohon kesehatan dan bimbingan bagi putri kami, Melissa, untuk keselamatannya, dan kerap kali supaya ia selalu dilindungi. Saat mendoakan anak-anak kami yang lain, kami meminta Allah memelihara Melissa.

Ketika Melissa beranjak remaja, kami bahkan lebih tekun berdoa agar Dia melindunginya dari segala yang jahat, agar Dia mengawasi tatkala Melissa dan teman-temannya pergi mengendarai mobil. Kami berdoa, "Ya Allah, lindungilah Melissa."

Lalu apa yang terjadi? Tidakkah Allah memahami betapa menyakitkan kehilangan gadis cantik yang memiliki banyak potensi untuk melayani Dia dan sesama? Tidakkah Allah melihat mobil lain yang melintas pada malam musim semi yang hangat itu?

Kami telah berdoa, tetapi Melissa tetap meninggal dunia.

Bagaimana sekarang? Apakah kami berhenti berdoa? Apakah kami marah kepada Allah? Apakah kami berusaha dengan kekuatan kami sendiri?

Tentu tidak! Saat ini justru doa menjadi lebih penting bagi kami. Allah -- Tuhan Yang Mahakuasa dan yang melampaui pemahaman kami -- masih memegang kendali. Perintah-Nya supaya kami berdoa masih berlaku. Kerinduan-Nya untuk mendengarkan kami masih nyata. Iman bukanlah menuntut apa yang kami inginkan; melainkan memercayai kebaikan Allah di balik tragedi hidup.

Kami berduka. Kami berdoa. Kami tetap berdoa --JDB

Aku tidak mempertanyakan sarana atau cara Allah,
Atau bagaimana Dia memakai waktu atau masa,
Untuk menjawab setiap seruan atau doa --
Aku tahu, entah bagaimana, Dia pasti menjawabnya. --Whitney


ALLAH DAPAT MENGABAIKAN PERMINTAAN KITA
TETAPI DIA TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN KEYAKINAN KITA

Popular Posts