SALAM ..

Senin, 21 Maret 2016

GANGGUAN ILAHI

Bacaan: Lukas 10:29-37
NATS: Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan (Lukas 10:33)

Seorang Samaria sedang berjalan menuju Yerikho. Ia menemukan seorang Yahudi yang terluka terbaring di sisi jalan. Beberapa orang hanya melewati orang itu, tak mau terganggu karena sibuk dengan urusan masing-masing.

Namun orang Samaria ini, yang dibenci orang Yahudi dan yang mungkin juga akan lewat begitu saja, justru memiliki "belas kasihan". Ia "membalut luka-lukanya ... menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya" (Lukas 10:33,34).

Kehendak Allah menghampiri kita dengan cara-cara yang tak lazim, dan kerap dalam bentuk gangguan. Saat kita menganggap tugas kita hari itu telah selesai dan kita mulai bersantai pada malam hari di rumah, seseorang menelepon atau muncul di depan pintu dan mengganggu waktu santai kita. "Sedang sibuk?" tanya mereka.

Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan tidak menganggapnya gangguan atau kekacauan. Sebaliknya, anggaplah itu sebagai kesempatan yang diberikan Allah untuk melayani orang yang membutuhkan -- mendengarkan dengan baik, menunjukkan kasih, dan membantu mereka menjalin hubungan yang intim dengan Allah.

Salah seorang pelopor penulis kristiani, Jean-Pierre de Caussade, berkata, "Kasih adalah kewajiban masa sekarang." Hal apa pun yang telah kita rencanakan, kita tetap harus mewujudkan kasih.

"Siapa sesama saya?" tanya saya. Yesus menjawab, "Ia adalah utusan-Ku yang datang kepadamu dalam keadaan membutuhkan" --DHR


SEBUAH GANGGUAN
MUNGKIN MERUPAKAN RENCANA ILAHI

Sabtu, 05 Maret 2016

KEGALAUAN BATIN

Bacaan: 1 Samuel 1:9-18
NATS: Aku ... mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan (1Sam. 1:15)

Kadang kala saya merasa seperti berada dalam hubungan yang buruk -- dengan diri sendiri! Setiap kali Julie sang penulis memulai sebuah paragraf, Julie sang editor menyela. "Jangan, jangan, jangan begitu. Jangan mengatakan dengan cara seperti itu. Mengapa kau selalu bernada sangat negatif?" Atau "Apa yang membuatmu berpikir bahwa kau memiliki hal yang berharga untuk dikatakan?"

Sebelum menyelesaikan sebuah pemikiran, pribadi saya yang lain mengoyak-ngoyak. Ini merupakan ritual yang sangat melemahkan. Hal ini juga kondisi yang umum terjadi pada manusia.

Setan senang mengacaukan pikiran kita dengan kritik, dan ia berusaha agar kita melontarkan kritik itu kepada orang lain dan diri sendiri. Kita terlalu dini menghakimi orang lain dan berusaha mengoreksi orang lain sebelum mengetahui apa yang akan mereka katakan. Itulah yang dilakukan Imam Eli ketika Hana berseru kepada Allah. Ia menyela doa Hana dan menuduhnya mabuk (1Sam. 1:12-14).

Namun, Allah mengizinkan kita mencurahkan isi hati secara jujur kepada-Nya (Mzm. 62:9). Bahkan, mazmur itu menunjukkan bahwa saat kita mengungkapkan keraguan dan rasa takut itulah Allah memulihkan kita. Banyak Mazmur yang diawali dengan keputusasaan dan diakhiri dengan pujian (22, 42, 60, 69, 73).

Ketika terjadi perang batin, curahkanlah isi hati Anda di hadapan Tuhan (1Sam. 1:15). Dia akan membuat hal yang tampaknya bodoh menjadi masuk akal --JAL

Bila kekacauan mengguncang jiwa
Dan hari seakan berat menimpa,
Kubuka hati dan merasakan
Damai Tuhan menenangkan pikiran. --Hess

DOA TAK MEMBUAT ALLAH MEMANDANG
DENGAN CARA PANDANG KITA

DOA MENOLONG KITA MEMANDANG DENGAN CARA PANDANG ALLAH

Rabu, 02 Maret 2016

PENCIPTA KITA

Bacaan: Kejadian 1
NATS: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1)

Bab pertama Alkitab membahas tentang persoalan hidup yang paling mendasar. Bagian ini menyatakan bahwa Allah mengadakan segala sesuatu. Hal ini seharusnya memengaruhi cara kita menjalani hidup.

Penulis kitab Kejadian membuat pernyataan radikal bahwa ada satu Allah. Tentunya kebenaran ini bertentangan tajam dengan politeisme dan penyembahan berhala pada zaman kuno. Gambaran masing-masing hari penciptaan mencela berbagai dewa yang dipuja oleh para penyembah berhala di zaman Musa, dan menyatakan bahwa semua itu bukanlah allah sama sekali. Mereka hanyalah ciptaan satu-satunya Allah tunggal yang benar dan hidup.

Pada hari yang pertama, dewa terang dan kegelapan disingkirkan; hari kedua, dewa laut dan langit; hari ketiga, dewa bumi dan tumbuh- tumbuhan; pada hari keempat, dewa matahari, bulan, dan bintang; hari kelima dan keenam, dewa binatang. Dan kemudian akhirnya, manusia. Meskipun semua orang dikaruniai oleh citra ilahi, mereka sebenarnya hanyalah makhluk ciptaan dan tidak boleh dipuja.

Penjelasan ini kemudian mendasari perjanjian bangsa Israel dengan Allah. Misalnya, mengapa Sepuluh Perintah Allah melarang penyembahan terhadap allah-allah yang lain? Karena hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi. Mengapa pembunuhan tidak dapat dibenarkan? Karena manusia telah diciptakan serupa dengan gambar Allah.

Marilah kita menjadikan pengenalan terhadap Allah yang benar dan hidup menjadi tujuan kita ?Haddon Robinson


PADA AWALNYA ? ALLAH

Selasa, 01 Maret 2016

IDENTITAS LAHIR KEMBALI

Bacaan: 2 Korintus 5:14-21
NATS: Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17)

Salah satu film favorit saya adalah The Bourne Identity. Sang tokoh utama, Jason Bourne, mengidap amnesia parah yang membuatnya gelisah, frustrasi, dan bingung.

Banyak dari kita yang hidup seperti Jason Bourne. Kisah hidup kita memang tak sedramatis Jason, tetapi berbagai masalah yang muncul sama: Siapa saya, dan apakah orang memedulikan saya? Kita pindah dari hubungan satu ke hubungan yang lain, dari kegiatan sosial yang satu ke kegiatan sosial lain, dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lain, atau bahkan dari gereja satu ke gereja lain, sambil berusaha "menemukan jati diri kita". Jika kita mencari pengertian identitas diri dalam karier, akan menjadi seperti apa ketika kita pensiun nanti?

Syukurlah ada kabar baik bagi "pencari identitas diri". Kita bisa memiliki identitas yang berarti dan kuat dalam relasi dengan Yesus.

Meski Allah menciptakan kita segambar dengan-Nya (Kej. 1:27), dosa merusak jiwa dan menjauhkan kita dari sukacita dalam hubungan yang indah dengan Sang Pencipta. Identitas kita sebagai ciptaan yang paling berharga dan mulia telah rusak -- hingga Yesus Kristus datang ke dunia untuk menolong dan memulihkan kita sebagai ciptaan-Nya (lihat Rm. 5:12-19). Jika kita memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, kita akan mendapatkan status terhormat berada di "dalam Dia". Dia mengambil alih segala yang lama dan memperbarui semuanya.

Ketika menyadari bahwa Anda adalah ciptaan baru, maka krisis identitas Anda akan berakhir --JS

Kalau kita lahir kembali -- dibarui dalam Kristus --
Setiap insan melihat nyata
Perubahan yang dibuat-Nya di hati kita
Dan tempat kita dalam keluarga-Nya. --Sper

UNTUK MEMULIHKAN DIRI DARI KRISIS IDENTITAS
KITA HARUS MENGIDENTIKKAN DIRI DENGAN KRISTUS

TETAP BERDOA

Bacaan: Lukas 11:5-13
NATS: Setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan (Luk. 11:10)

Kami berdoa. Terkadang dalam suasana hening. Terkadang dengan bersuara. Kami berdoa selama lebih dari 17 tahun. Kami berdoa memohon kesehatan dan bimbingan bagi putri kami, Melissa, untuk keselamatannya, dan kerap kali supaya ia selalu dilindungi. Saat mendoakan anak-anak kami yang lain, kami meminta Allah memelihara Melissa.

Ketika Melissa beranjak remaja, kami bahkan lebih tekun berdoa agar Dia melindunginya dari segala yang jahat, agar Dia mengawasi tatkala Melissa dan teman-temannya pergi mengendarai mobil. Kami berdoa, "Ya Allah, lindungilah Melissa."

Lalu apa yang terjadi? Tidakkah Allah memahami betapa menyakitkan kehilangan gadis cantik yang memiliki banyak potensi untuk melayani Dia dan sesama? Tidakkah Allah melihat mobil lain yang melintas pada malam musim semi yang hangat itu?

Kami telah berdoa, tetapi Melissa tetap meninggal dunia.

Bagaimana sekarang? Apakah kami berhenti berdoa? Apakah kami marah kepada Allah? Apakah kami berusaha dengan kekuatan kami sendiri?

Tentu tidak! Saat ini justru doa menjadi lebih penting bagi kami. Allah -- Tuhan Yang Mahakuasa dan yang melampaui pemahaman kami -- masih memegang kendali. Perintah-Nya supaya kami berdoa masih berlaku. Kerinduan-Nya untuk mendengarkan kami masih nyata. Iman bukanlah menuntut apa yang kami inginkan; melainkan memercayai kebaikan Allah di balik tragedi hidup.

Kami berduka. Kami berdoa. Kami tetap berdoa --JDB

Aku tidak mempertanyakan sarana atau cara Allah,
Atau bagaimana Dia memakai waktu atau masa,
Untuk menjawab setiap seruan atau doa --
Aku tahu, entah bagaimana, Dia pasti menjawabnya. --Whitney


ALLAH DAPAT MENGABAIKAN PERMINTAAN KITA
TETAPI DIA TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN KEYAKINAN KITA

Senin, 29 Februari 2016

LENGAN YANG KEKAL

Bacaan: Ulangan 33:26-29
NATS: Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal (Ulangan 33:27)

Setelah latihan di Carnegie Hall di kota New York, Randall Atcheson duduk di panggung sendirian. Ia berhasil memainkan komposisi piano yang sulit dari Beethoven, Chopin, dan Liszt untuk acara petang, dan ia ingin bermain sekali lagi untuk dirinya sendiri. Apa yang keluar dari hatinya dan tangannya adalah sebuah himne kuno: "Terhadap apakah aku harus khawatir, terhadap apakah aku harus takut, bersandar pada lengan-lengan yang kekal? Aku dianugerahi kedamaian karena Tuhan begitu dekat, bersandar pada lengan-lengan yang kekal."

Kata-kata itu menggemakan kebenaran dalam berkat Musa yang terakhir kali: "Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal" (Ulangan 33:26,27).

Alangkah besarnya karunia yang kita peroleh melalui lengan dan tangan yang kita miliki. Tangan ini dapat mengayunkan sebuah palu, menggendong seorang anak, atau membantu seorang sahabat. Namun, sementara kekuatan kita terbatas, kuasa Allah yang tak terbatas untuk kita dinyatakan dalam perhatian yang lembut dan kuat. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan" (Yesaya 59:1). "[Dia akan] menghimpunkan [kawanan ternak-Nya] dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya" (Yesaya 40:11).

Apa pun tantangan atau kesempatan yang sedang Anda hadapi, ada keamanan dan kedamaian dalam lengan-Nya yang kekal --DCM


LENGAN BAPA SURGAWI TIDAK PERNAH LELAH
MENOPANG ANAK-ANAK-NYA

Minggu, 28 Februari 2016

DIKENAL BAIK

Bacaan: Mazmur 139:1-12
NATS: Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya (2 Timotius 2:19)

Burung laut Arktik yang disebut guillemot tinggal di lereng-lereng pantai yang berbatu-batu. Di sana ribuan burung tersebut tinggal secara berkelompok di wilayah yang sempit. Karena mereka tinggal secara berkelompok, maka para betinanya meletakkan telur mereka secara berjejer sehingga telur-telur tersebut membentuk garis yang panjang. Yang sungguh mengagumkan adalah bahwa setiap betina dapat mengenali telur miliknya. Penelitian memperlihatkan bahwa bahkan apabila sebuah telur dipindahkan cukup jauh, pemiliknya akan menemukan dan membawanya kembali ke posisi semula.

Bapa surgawi kita tentu lebih mengenal anak-Nya masing-masing. Dia mengenal setiap pemikiran, emosi, dan keputusan yang kita buat. Mulai dari pagi hingga malam hari, Dia senantiasa memberikan perhatian pribadi untuk semua perkara kita sehari-hari. Karena menyadari kenyataan agung ini, maka pemazmur berseru dengan penuh kekaguman, ?Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya? (Mazmur 139:6).

Hal seperti ini tidak hanya mendorong kita untuk mengangkat pujian, tetapi juga untuk memberikan penghiburan yang besar bagi hati kita. Yesus pun memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Bapa mengetahui apabila ada burung pipit yang jatuh ke tanah. Karena manusia jauh lebih penting daripada burung, maka anak-anak Allah boleh merasa yakin bahwa Bapa senantiasa memerhatikan mereka.

Betapa indahnya menjadi orang yang sedemikian dicintai, ?dan dikenal baik?! ?Mart De Haan


BAGI ALLAH, ANDA TIDAK PERNAH HILANG DARI PERHATIAN-NYA

Sabtu, 27 Februari 2016

JALAN MASUK YANG SAMA Bacaan: Mazmur 145:14-21 NATS: Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16) Pendeta Stuart Silvester bercerita kepada saya tentang percakapannya dengan seorang kenalan yang secara berkala menerbangkan sebuah pesawat kecil pribadinya keluar masuk Bandara Internasional Toronto. Ia bertanya kepada pilot itu apakah ia pernah mengalami masalah dalam mengudarakan dan mendaratkan pesawat kecil di bandara yang didominasi banyak pesawat jet besar. Temannya menjawab, "Pesawat saya mungkin kecil, tetapi saya mempunyai hak, kesempatan, dan akses yang sama di bandara itu dengan orang lain bahkan sama dengan pesawat jumbo jet!" Kemudian Pendeta Silvester menerapkan hal ini dalam hidup rohani: "Begitu pula dengan doa, seperti orang percaya yang menghampiri takhta kasih karunia. Tidak peduli siapa kita, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa rendahnya lingkungan kehidupan kita, kita tidak mengantre di belakang orang lain. Tak ada yang mendapat perlakuan utama." Di dunia yang menawarkan perlakuan istimewa kepada orang kaya, orang terkenal, dan orang yang berpengaruh, sungguh kita disemangati karena mengetahui bahwa setiap anak Allah mempunyai jalan masuk yang sama menuju Bapa di surga. Pemazmur berkata, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan" (Mazmur 145:18). Dengan jaminan itu, kita dapat "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" dalam doa, karena mengetahui bahwa Allah yang penuh kasih tak akan pernah membuang kita --RWD DOA ADALAH SUATU JALUR TERBUKA MENUJU SURGA
LUMPUR SEMPROT

Bacaan: 2 Timotius 3:1-9
NATS: Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Tim. 3:5)

Sebuah perusahaan di Inggris mengembangkan sebuah produk berlabel "Lumpur Semprot", sehingga para penduduk kota dapat menampilkan kesan telah melakukan off-road berburu atau memancing seharian dengan kendaraan 4 wheel drive mewah mereka tanpa harus meninggalkan kota. Lumpur itu bahkan disaring untuk membuang batu dan kerikil yang dapat menggores cat. Menurut perusahaan itu, penjualannya berjalan mulus.

Dalam diri kita terdapat sesuatu yang membuat kita lebih memerhatikan penampilan luar daripada batin kita. Ini membuat beberapa orang berusaha memoles atau mempercantik riwayat hidup mereka. Namun, di dalamnya tidak ada bagian yang menceritakan hidup kita sebagai pengikut Yesus.

Paulus memperingatkan Timotius mengenai jemaat gereja yang bersikap saleh, tetapi memungkiri kekuatannya. "Mereka tetap menjalankan 'agama' di bagian luarnya saja, tetapi perbuatan mereka memungkiri kebenarannya. Kalian harus menjauhi orang-orang seperti itu!" (2 Tim. 3:5, versi Phillips). Kenyataan akan Kristus yang menjadi inti adalah bagian yang terpenting, karena ini akan memunculkan tanda-tanda iman yang tampak dari luar.

Wewenang Paulus untuk mengajar gereja mengenai kemurnian rohani berasal dari penderitaan yang telah ia alami, bukan dengan "semprotan lumpur". "Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus," kata sang rasul (Gal. 6:17).

Hari ini Allah memanggil kita untuk menjalani hidup yang sejati --DCM

Kita meributkan tampilan dan riasan,
Namun malah lalai menghormati Allah,
Sinar Kristus yang seharusnya kita pancarkan,
Tertutupi oleh kesombongan kita. --Gustafson


APABILA ANDA BENAR DI HADAPAN ALLAH
ANDA TIDAK AKAN SALAH DI MATA ORANG LAIN

Jumat, 26 Februari 2016

BERSINARLAH!

Bacaan: Daniel 1:1-6

NATS: Hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18)

Aspenas, kepala istana kerajaan Babilonia kuno, bertekad untuk menghilangkan kesaksian apa pun mengenai Allah Israel dari kerajaannya. Strateginya terfokus pada para pemimpin muda orang Ibrani yang ditawan. Aspenas memberi nama baru kepada para tawanan itu untuk menghormati ilah-ilah kepercayaan Babilonia. Hal ini masuk akal baginya, karena nama-nama Ibrani asli mereka menghormati Allah mereka (Daniel 1:6).

Namun, kehidupan yang dipilih oleh para tawanan itu merupakan kesaksian yang jauh lebih kuat daripada label apa pun yang diberikan kepada mereka. Ketika benar-benar menghadapi api pencobaan, orang-orang muda itu tidak mau sujud dan menyembah berhala emas. Mereka justru menerima hukuman dilemparkan ke dalam tungku perapian yang menyala-nyala. Mereka yakin pada kekuasaan dan pemeliharaan Allah (pasal 3).

Apakah Anda mengenal orang-orang tidak percaya yang berusaha menekan Anda untuk mengikuti cara hidup mereka? Jika Anda tidak berpesta dengan mereka, mengikuti praktik bisnis yang meragukan, atau tertawa untuk lelucon penuh ejekan, apakah Anda dihina? Orang bahkan mungkin menjuluki Anda macam-macam karena Anda tidak mau bergabung dengan kelompok mereka. Namun, bila Anda ditolak karena kesetiaan Anda kepada Allah, Anda dapat hidup dalam cara yang menghormati Bapa.

Julukan yang diberikan orang lain untuk memanggil kita bukanlah suatu masalah besar. Yang penting adalah bagaimana kita menjalani kehidupan di hadapan Allah dan kita selalu membuat terang kita bersinar --HDF


SECERCAH CAHAYA DAPAT MENGHILANGKAN KEGELAPAN PEKAT

Popular Posts