SALAM ..

Minggu, 08 Mei 2016

Santapan Harian Minggu, 08/05/2016 http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/print/?edisi=20160508 Pengakuan Kekuasaan Allah Mazmur 68:19-35 Kuasa Allah sangat nyata di dunia, tetapi tidak semua orang mau mengakuinya. Pemazmur menyampaikan alasan-alasan yang sangat mendasar dan penting untuk membuat kita bukan hanya layak, bahkan wajib mengakui kekuasaan Allah. Pengalaman hidup pemazmur bersama dengan umat telah mengajarkannya bahwa keselamatan secara fisik, rohani, dan keluputannya dari maut merupakan tindakan Allah semata (21, 23). Allah juga meremukkan musuh-musuh-Nya hingga darahnya dijilat oleh anjing-anjing (22, 24). Allah memimpin Israel keluar dari Mesir, dengan perarakan yang sangat besar. Israel melalui perjalanan itu dengan perarakan, nyanyian, permainan musik, dan rombongan-rombongan dari tiap suku. Israel yang menyadari kekuatan Allah yang telah bertindak bagi mereka menaikkan pujian kepada-Nya (25-29). Allah mengusir binatang-binatang liar, juga orang-orang raksasa yang membahayakan Israel, bahkan membuat orang-orang Mesir memberikan harta kekayaan kepada umat Israel (31-32). Ternyata, kebesaran Allah ini disadari oleh raja-raja dari negeri lain dengan membawa persembahan (30). Kemegahan dan kekuasaan Allah yang nyata atas Israel selayaknya dinyanyikan dan dipujikan oleh seluruh kerajaan-kerajaan di bumi. Allah kita dahsyat bukan hanya dalam tindakan-Nya terhadap Israel, bahkan dalam alam semesta dan di tempat kudus-Nya (33-36). Perjalanan hidup setiap orang, terlebih umat TUHAN tidak lepas dari campur tangan dan pelbagai perbuatan-Nya yang ajaib dan dahsyat. Apabila seseorang merasa bahwa kehidupannya biasa-biasa saja, maka keadaan di alam semesta pun tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk memungkiri kemahakuasaan TUHAN. Ketika seseorang berada dalam hadirat TUHAN, beribadah di tempat kudus-Nya, kuasa dan kebesaran Allah akan sangat nyata baginya. Semua hal ini lebih dari cukup untuk menjadi landasan bagi setiap orang untuk mengakui kekuasaan Allah, memuji dan membesarkan Dia. Akui dan beritakanlah kekuasaan Allah kepada segala bangsa! [TNT]

Rabu, 04 Mei 2016

Bacaan: 1Timotius 4:6-16 NATS: Latihlah dirimu beribadah (1Timotius 4:7) Konsultan kebugaran Jhannie Tolbert mengatakan bahwa Anda tidak memerlukan treadmill (alat fitnes) atau peralatan khusus untuk melakukan latihan fisik sewaktu berada di rumah. Tolbert menggunakan kotak perkakas untuk latihan melompat, mengangkat panci sup untuk melatih otot bahu, serta menggunakan perkakas rumah tangga yang lain untuk latihan fisik setiap hari. Ia mengatakan bahwa Anda dapat tetap menjaga kebugaran meskipun hanya latihan di rumah dengan menggunakan peralatan yang murah dan sederhana. Pelatih lain setuju dan mendorong orang-orang untuk menggunakan tali lompat, kursi, sapu, dan bahkan tas belanja untuk latihan secara rutin. Mereka melihat bahwa latihan adalah soal kemauan, bukan kekayaan. Prinsip yang sama berlaku untuk kebugaran rohani. Meskipun kamus Alkitab, tafsir, dan buku-buku lain memang bermanfaat, kita dapat memulai latihan rohani hanya dengan menggunakan Alkitab dan bimbingan Roh Kudus. Paulus mendorong anak didiknya Timotius: "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang" (1 Timotius 4:7,8). Anda tidak perlu memiliki uang banyak untuk mendapatkan kebenaran rohani dan mempraktikkannya. Kita tidak memerlukan peralatan atau bahan-bahan khusus untuk mendoakan teman, bersyukur kepada Allah, atau menaikkan pujian bagi-Nya. Kita hanya perlu memulai dari tempat kita sekarang, dengan apa yang kita punyai, sekarang juga —DCM LATIHAN BERIBADAH ADALAH KUNCI KARAKTER YANG SALEH

Senin, 02 Mei 2016

Bacaan: Matius 4:1-11
NATS: Apabila [iblis] berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44)

Musim panas yang lalu, ketika saya berjalan-jalan bersama menantu saya di taman nasional, kami memerhatikan tanda petunjuk jalan yang mengarah ke suatu tempat yang disebut Mangkuk Sup Iblis. Karena merasa penasaran, kami akhirnya menuju tempat tersebut. Sambil berjalan ke sana, kami bercanda mengenai sup macam apa yang akan ditemukan di dalam mangkuk tersebut.

Sesampainya di sana, kami hanya menemukan tanah luas yang ambles. Tanah itu hanya semacam danau yang dalam tanpa air. Kami agak kecewa karena ternyata Mangkuk Sup Iblis tidak berisi apa-apa selain pepohonan dan semak-semak.

Mangkuk Sup Iblis adalah nama yang tepat untuk suatu bentuk yang menawarkan hal yang menarik, tetapi pada akhirnya justru tidak memberikan apa-apa karena iblis adalah penipu. Menunya adalah mangkuk tipu muslihat yang hanya memberikan janji-janji kosong dan impian-impian yang gagal di jalan.

Iblis memulai tipu muslihatnya dengan menampilkan kesia-siaan sebagai sesuatu yang menarik ketika menjebak Hawa di Taman Eden, dan ia belum mengubah rencananya. Ia mencoba tipu muslihatnya terhadap Yesus, tetapi Tuhan menolak dan "Iblis meninggalkan Dia" (Matius 4:9-11).

Lalu bagaimana Anda bisa mengetahui kalau sedang disodori salah satu tipu muslihat Setan? Ujilah gagasan-gagasan baru dengan Kitab Suci. Tanyakan kepada orang yang Anda yakini sebagai orang yang saleh dan bijaksana. Dan berdoalah.

Jangan jatuh ke dalam mangkuk tipu muslihat iblis yang kosong —JDB

IBLIS TIDAK MENAWARKAN APA-APA
SELAIN TIPU MUSLIHAT DAN KEBOHONGAN

Kamis, 07 April 2016

ANDA SEDANG BERGUMUL?

Bacaan: Ibrani 12:1-7
NATS: Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu ..., supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa (Ibrani 12:3)

Saat itu saya sudah dua tahun menjanda dan sedang bergumul. Dari pagi ke pagi kehidupan doa saya berisi satu keluhan yang sama: "Tuhan, saya tidak seharusnya bergumul seperti ini!" "Mengapa tidak?" suara-Nya yang sayup-sayup bertanya dari dalam diri saya pada suatu pagi.

Lalu datanglah jawabannya?kesombongan terselubung! Entah bagaimana, saya berpikir bahwa seseorang dengan kedewasaan rohani seperti saya tidak seharusnya mengalami pergumulan semacam itu. Itu benar-benar pemikiran yang menggelikan! Saya belum pernah menjanda sebelumnya sehingga membutuhkan kerelaan untuk belajar?sekalipun harus bergumul.

Pada saat yang sama, saya diingatkan tentang kisah seorang pria yang membawa pulang sebuah kepompong agar dapat memerhatikan proses lahirnya emperor moth [sejenis ulat sutra]. Saat calon kupu-kupu itu berjuang menembus celah kepompong yang kecil, sang pria memperlebar celah itu dengan ujung guntingnya. Binatang itu memang muncul dengan mudah?namun sayap-sayapnya tidak mengembang. Pergumulan melalui celah yang sempit merupakan cara Allah untuk mendorong cairan dari tubuh ke sayapnya. Pada kenyataannya, bantuan gunting yang "murah hati" itu adalah tindakan yang kejam.

Ibrani 12 menggambarkan kehidupan kristiani sebagai sebuah perlombaan yang melibatkan ketekunan, disiplin, dan teguran. Kita selalu membutuhkan perjuangan yang kudus untuk melawan diri sendiri dan dosa. Kadang kala pergumulan justru kita perlukan untuk menjadi pribadi yang sesuai dengan maksud Allah ?JEY


KITA MENGALAMI KEKUATAN ALLAH
DI TENGAH KETEGANGAN PERGUMULAN KITA

Rabu, 06 April 2016

PULANG DAN CERITAKANLAH

Bacaan: Lukas 8:26-39
NATS: Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu (Lukas 8:39)

Dua pria muda telah berteman sejak kecil. Pria yang satu kristiani, yang lainnya bukan. Pria yang kedua sebentar lagi akan berlayar jauh, dan yang kristiani terdorong untuk berbicara kepadanya mengenai Kristus sebelum ia pergi. "Saya akan melakukannya dalam perjalanan ke dermaga," ia berjanji kepada dirinya sendiri. Namun saat mereka sampai di dermaga, ia masih belum melakukannya.

Ia naik ke atas kapal untuk mengucapkan selamat tinggal, dan berpikir, "Saat kita membawa bagasi ke kamarnya, saya akan berbicara kepadanya." Namun kuli mengambil semua bagasi dan koper, sehingga mereka tidak mengunjungi kabin. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Saya akan bersaksi kepadanya di suatu tempat sepi sebelum kapal berangkat."

Namun, tiba-tiba terdengar pemberitahuan bahwa semua pengunjung harus turun dari kapal. Dua bulan kemudian terdengar kabar bahwa sang pria telah meninggal di luar negeri.

Dalam Injil Lukas, kita membaca tentang seorang pria yang dirasuki banyak setan dan telah disembuhkan secara luar biasa oleh Yesus. Dengan penuh syukur kepada Tuhan ia ingin tinggal bersama-Nya untuk menyembah-Nya (8:38). Namun Yesus berkata, "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu" (ayat 39).

Apakah Anda bersedia menerapkan perkataan Yesus di dalam hidup Anda dan bercerita kepada seseorang tentang anugerah serta keselamatan-Nya? Anda dapat memulai hal itu dari rumah. Janganlah menunda-nunda. Ceritakanlah Yesus kepada seseorang, saat ini juga! ?MRD


TEMPAT APA PUN DAPAT MENJADI
TEMPAT YANG TEPAT UNTUK BERSAKSI

Selasa, 05 April 2016

DI MANA KEYAKINAN ANDA?

Bacaan: Yeremia 17:5-10
NATS: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! (Yeremia 17:7)

Marilah kita bicara dengan jujur. Dapatkah kita selalu memercayai diri sendiri dalam segala hal? Bahkan Rasul Paulus berkata dengan tegas tentang dirinya, "Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak" (1 Korintus 9:27). Ia tidak akan memercayai dirinya sendiri untuk melakukan hal yang benar kecuali jika ia menjaga tubuhnya di bawah disiplin yang keras.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita tentang "betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17:9). Kita tidak mungkin dapat mengukur tingkat kelicikan hati kita. Maka bagaimanakah kita dapat memercayai diri sendiri atau orang lain sepenuhnya?

Nabi Yeremia memperingatkan raja-raja terakhir Yehuda supaya mereka tidak mengandalkan raja-raja duniawi (ayat 5,6). Akan tetapi, rupanya mereka terus-menerus mencari pertolongan dari Mesir. Alangkah bodohnya mereka! Mereka seharusnya bertobat dari kefasikan mereka dan berbalik mencari pertolongan Allah yang Mahakuasa.

Siapakah yang dapat kita andalkan untuk menolong kita di saat-saat yang sulit dan tidak pasti? Firman Allah mengatakan bahwa mereka yang mengandalkan Allah adalah seperti pohon yang ditanam di tepi air. Bahkan di musim kering mereka tidak akan berhenti menghasilkan buah (ayat 7,8).

Marilah memercayai Allah untuk menghasilkan buah di dalam hidup kita ?AL


JANGAN BIARKAN RASA PERCAYA DIRI ANDA
MENGGANTIKAN KEPERCAYAAN ANDA KEPADA ALLAH

Senin, 04 April 2016

HIKMAT FIRMAN ALLAH

Bacaan: Amsal 8:12-21
NATS: Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? ... Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1Korintus 1:20)

Kita menggali Kitab Suci. Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan mengajarkan kepada kita jalan menuju hidup yang berkelimpahan di dunia ini serta hidup kekal di dunia yang akan datang. Memang benar, Kitab Suci merupakan sumber hikmat yang melebihi hikmat para filsuf yang paling bijaksana sekalipun (1 Korintus 1:20). Akan tetapi, fakta ini jarang diakui dalam kebudayaan kita.

Maka saya pun gembira pada saat membaca sebuah artikel yang ditulis oleh kolumnis The New York Times, David Brooks, yang memuji hikmat alkitabiah. Ia memuji Martin Luther King Jr. karena wawasan tentang sifat manusia diperolehnya dari Kitab Suci. Ia merasa bahwa King "memiliki pandangan yang lebih akurat tentang realitas politik dibandingkan sekutu-sekutu liberalnya yang lebih sekuler karena ia dapat memanfaatkan hikmat alkitabiah mengenai sifat manusia. Agama tidak hanya membuat para pemimpin yang merumuskan hak asasi manusia lebih kuat?agama membuat mereka lebih pintar". Dan Brooks berkata lebih lanjut, "Hikmat alkitabiah lebih dalam dan lebih akurat daripada hikmat yang ditawarkan ilmu-ilmu sosial sekuler."

Apakah kita memanfaatkan sumber hikmat itu di dalam kehidupan kita? Kita membutuhkan hikmat Kitab Suci untuk mengatasi masalah-masalah pribadi kita dan persoalan politik. Jika kita mempelajari dan menaati Alkitab, kita akan dapat bersaksi dengan rendah hati bersama sang pemazmur, "Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan" (Mazmur 119:99) ?VCG


SATU KEBENARAN DARI ALKITAB LEBIH BERNILAI
DARIPADA SEMUA HIKMAT MANUSIA

Minggu, 03 April 2016

MAUT TAKKAN MEMISAHKAN KITA

Bacaan: Yohanes 11:14-27
NATS: Jawab Yesus kepadanya, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25)

Meskipun para penulis dan filsuf telah berusaha sebaik mungkin untuk menyusun berbagai argumen penting perihal kehidupan setelah kematian, mereka tetap belum berhasil memberikan penghiburan bagi hati yang terluka, resah, dan dipenuhi pertanyaan.

Sebaliknya, Yesus selalu dapat memuaskan kita. Dia tidak menyodorkan beragam argumen filosofis. Dia tidak berusaha membuktikan bahwa kekekalan itu masuk akal; Dia benar-benar menyatakan hal itu! Dia mengatakan hal yang diketahui-Nya, dan menjawab dengan kuasa surgawi, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). Kebangkitan ini mempunyai dua aspek. Tubuh orang percaya akan dibangkitkan, dan roh mereka akan hidup di surga.

Apa artinya hal ini bagi kaum kristiani yang berduka karena kematian orang-orang terkasih? Kematian tidak memutuskan tali kasih kita bagi mereka, karena kasih itu ada pada roh, bukan pada tubuh. Renungkan saja, ketika orang-orang yang kita kasihi harus melakukan suatu perjalanan yang panjang, pikiran mereka dapat melintasi jarak yang jauh sehingga seolah-olah jarak itu hanya tinggal sejengkal, dan kasih mereka menyelimuti kita seolah-olah mereka di sisi kita. Begitu pula yang terjadi dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.

Apakah saat ini Anda sedang berdukacita karena seseorang telah dipanggil ke surga? Yesus berjanji bahwa kita akan dipersatukan kembali pada suatu hari kelak ketika Allah mengembalikan orang-orang berharga yang kita kasihi --MRD


KRISTUS TELAH MENGGANTIKAN PINTU MAUT
DENGAN PINTU GERBANG KEHIDUPAN YANG BERCAHAYA

Sabtu, 02 April 2016

MEMINJAMI TUHAN

Bacaan: Matius 25:34-46
NATS: Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu (Amsal 19:17)

Seorang ayah memberikan uang 50 sen kepada putranya yang masih kecil dan berpesan bahwa ia boleh memakai uang itu sesukanya. Di kemudian hari ketika sang ayah menanyakan tentang uang itu, si anak menjawab bahwa ia telah meminjamkannya kepada seseorang.

"Siapa yang kaupinjami?" tanya ayahnya. Anaknya menjawab, "Aku memberikannya kepada seorang pria miskin di jalan yang kelihatannya lapar."

"Oh, sungguh bodoh! Kamu takkan pernah mendapatkan uang itu kembali," kata ayahnya. "Tetapi, Yah, Alkitab mengatakan bahwa orang yang memberi kepada orang miskin berarti memiutangi Tuhan."

Sang ayah sangat senang mendengar jawaban anaknya sehingga ia memberinya 50 sen lagi. "Lihat, Ayah," ujar sang anak. "Tadi sudah kukatakan bahwa aku akan mendapatkan uang itu kembali, hanya saja aku tidak menduga itu terjadi begitu cepat!"

Pernahkah Tuhan meminjam sesuatu dari Anda? Pernahkah Anda sadar bahwa dalam kebutuhan orang lain terdapat permintaan langsung dari surga terhadap sedikit dari yang Anda miliki? Alkitab menegur sikap mengabaikan orang miskin, yang sering kita lakukan dengan melontarkan perkataan saleh tanpa berbuat apa-apa untuk mereka (Yakobus 2:14-17). Bahkan Galatia 6:10 meminta kita supaya "berbuat baik kepada semua orang".

Tak ada janji bahwa kita akan segera menerima balasan. Namun, saat Yesus mengajar para pengikut-Nya tentang kedatangan-Nya kembali, Dia mengatakan kita akan diberi upah karena memberi diri kepada orang lain dalam nama-Nya (Matius 25:34-46) --HGB


ANDA DAPAT MEMBERI TANPA MENGASIHI
NAMUN ANDA TIDAK DAPAT MENGASIHI TANPA MEMBERI

Jumat, 01 April 2016

BUKU YANG TERLUPAKAN

Bacaan: Mazmur 119:89-104
NATS: Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku (Mazmur 119:93)

Suatu kali seorang anak kecil memerhatikan sebuah buku besar berwarna hitam. Buku itu berselimut debu dan ditaruh di sebuah rak yang tinggi. Kemudian dengan penuh rasa ingin tahu ia bertanya kepada ibunya tentang buku itu. Dengan malu sang ibu segera menjelaskan, "Itu Alkitab. Bukunya Allah." Anak itu berpikir sesaat, lalu berkata, "Kalau itu bukunya Allah, mengapa kita tidak mengembalikannya saja kepada Allah? Kan tidak ada lagi seorang pun di sini yang membacanya."

Dalam banyak keluarga, Alkitab nyaris tidak pernah dibaca atau bahkan dipedulikan keberadaannya. Orang membacanya hanya tatkala muncul masalah, penyakit, atau kematian di tengah keluarga. Bahkan pada saat seperti itu pun seseorang bisa jadi masih kebingungan ke mana harus mencari bantuan yang dibutuhkan.

Kapan terakhir kali Anda mengambil Alkitab dan mempelajarinya untuk mendapatkan sukacita, menerima teguran rohani, dan mengalami pertumbuhan rohani? Memang Alkitab adalah bukunya Allah, tetapi Dia tidak ingin buku itu dikembalikan kepada-Nya. Dia ingin agar Anda memiliki, merenungkan, memahami, memercayai, dan menaati pesan yang ada di dalamnya.

Itulah alasan utama mengapa buklet Renungan Harian ini diterbitkan. Setiap artikel renungan di dalamnya bertujuan untuk membantu Anda memahami firman Allah.

Sudahkah Anda membaca bacaan Kitab Suci hari ini? Jika belum, mengapa Anda tidak membacanya sekarang juga? Jangan biarkan Alkitab menjadi Buku yang terlupakan di dalam rumah Anda --RWD


SEMAKIN RAJIN ANDA MEMBACA ALKITAB
SEMAKIN BESAR RASA CINTA ANDA KEPADA "PENULIS"NYA

Kamis, 31 Maret 2016

KE MANA SAYA BERTUMBUH?

Bacaan: Galatia 6:7-10
NATS: Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Gal. 6:7)

Sebagian orang menua dengan memiliki sifat menarik, sementara sebagian lainnya menua dengan memiliki sifat suka menggerutu dan pemarah. Kita perlu mengetahui ke mana kita bertumbuh karena kita semua akan tambah tua.

Seseorang tidak akan menjadi mudah tersinggung dan pemarah hanya karena bertambah tua. Penuaan tak seharusnya membuat kita menjadi suka mencela dan mudah marah. Tak begitu. Tampaknya kita menjadi pribadi seperti yang sudah kita bentuk selama ini.

Paulus menulis, "Siapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan ..., tetapi siapa yang menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal ..." (Gal. 6:8). Mereka yang membantu orang lain demi kepentingan diri sendiri dan hanya memikirkan diri sendiri, menabur benih yang akan menghasilkan tuaian berupa kesengsaraan dalam diri mereka dan orang lain. Sebaliknya, mereka yang mengasihi Allah dan memedulikan sesama, menabur benih yang kelak akan menghasilkan tuaian berupa sukacita.

C.S. Lewis berkata, "Setiap Anda membuat keputusan, sebenarnya Anda mengubah inti dari diri Anda, yaitu bagian diri Anda yang turut membuat keputusan, menjadi sesuatu yang agak berbeda dengan sebelumnya." Kita bisa menyerahkan kehendak kita kepada Allah setiap hari, sambil memohon kekuatan dari-Nya untuk hidup bagi Dia dan sesama. Ketika Dia bekerja di dalam diri kita, sifat-sifat yang menarik dan kebaikan akan tumbuh dalam diri kita.

Maka, kita perlu bertanya: Ke mana saya bertumbuh? --DHR

Yang lebih pasti dari panen musiman
Adalah panen pikiran dan perbuatan;
Seperti benih yang ditabur tangan,
Itulah tuaian yang kita kumpulkan. --Harris


BENIH YANG KITA TABUR HARI INI
MENENTUKAN JENIS BUAH YANG AKAN KITA TUAI ESOK HARI

Rabu, 30 Maret 2016

KEHADIRAN TAK TERLIHAT

Bacaan: Yohanes 14:19-28
NATS: Barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21)

Saya merasa tidak nyaman bila ada pengkhotbah yang selalu berkata, "Tuhan memberi tahu saya," seolah-olah mereka baru saja mendengar langsung dari Allah. Mereka memberi kesan kita harus memercayai bahwa apa saja yang mereka katakan itu benar. Lagi pula, bagaimana mungkin kita dapat berbantahan dengan Allah.

Sebaliknya, saya sering begitu terharu ketika orang-orang yang mengalami penderitaan hebat atau yang bergumul melawan penyakit mematikan, mengatakan bahwa Tuhan telah berbicara di dalam hati dan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Saya pun menyadari bahwa mereka telah benar-benar mengalami kehadiran Allah yang tak kelihatan.

G.K. Chesterton, sambil mencoba berpikir mengenai kesamaan yang dirasakan orang-orang percaya ini, menulis: "Plato telah memberitahukan kebenaran kepada Anda; tetapi Plato telah mati. Shakespeare telah memesonakan Anda dengan sebuah citra; tetapi Shakespeare tidak akan memesonakan Anda lagi. Namun bayangkanlah bagaimana bila kita hidup bersama orang-orang ini, dan mengetahui bahwa besok Plato akan menyampaikan kuliahnya dengan bersemangat, atau sewaktu-waktu Shakespeare mungkin menggetarkan semuanya hanya dengan sebuah lagu sederhana."

Yesus hidup di dalam setiap perkataan-Nya dan Dia memerhatikan keberadaan dan kebutuhan kita. Saat kita hidup dalam ketaatan kepada-Nya, kita dapat berharap bahwa Dia akan menepati janji-Nya untuk menyatakan diri kepada kita (Yohanes 14:21). Dan kita dapat berkata dalam kerendahan hati, "Tuhan berbicara kepadaku" ?HVL


ALLAH BERBICARA
KEPADA ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN-NYA

Selasa, 29 Maret 2016

HUTAN DAN POHON

Bacaan: Kejadian 3:17-24
NATS: Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan (Yakobus 1:12)

Kita semua pernah begitu dekat dengan pencobaan sehingga kita kehilangan perspektif yang benar. Pencobaan tersebut mungkin berupa hal kecil seperti rumor yang kita sadari tidak perlu disebarluaskan. Akan tetapi rupanya dorongan untuk bergosip telah menghalangi kesadaran kita tentang kasih dan penilaian yang baik.

Adam dan Hawa menghadapi masalah yang sama. Mereka terlalu asyik dengan sebuah tanaman yang ada di Taman Firdaus sehingga mereka tidak dapat melihat hutan yang luas gara-gara pohon tersebut.

Lihatlah apa dampaknya bagi mereka. Taman Eden telah diciptakan khusus untuk mereka. Di dalam taman itu, mereka tidak mengenal kejahatan, pencobaan, penyakit, dan kematian. Mereka menikmati persekutuan secara langsung dengan Sang Pencipta. Tetapi mereka membuang semua yang mereka miliki?hanya untuk memakan buah pohon terlarang itu.

Kesalahan mereka masih mengganggu kita. Betapa seringnya kita kehilangan seluruh hutan kebaikan Allah hanya untuk sebuah pohon pencobaan? Masa pencobaan tampak begitu menekan, masalah tidak tertahankan, dan kita membenarkan pikiran yang terputar balik.

Pikirkanlah tentang semua yang ditinggalkan Adam dan Hawa di Taman Eden. Isilah pikiran Anda dengan kebenaran firman Allah dan bersandarlah pada tuntunan serta kekuatan Roh Kudus dari waktu ke waktu. Dengan demikian Anda akan mengalami sukacita karena berkat Allah yang kekal, dan bukannya sekadar kesenangan sesaat ?MRD II


TANGGAPAN ANDA TERHADAP PENCOBAAN
DAPAT MEMBANGUN ATAU MERUNTUHKAN DIRI ANDA

Senin, 28 Maret 2016

BEKERJA BAGI ALLAH

Bacaan: Mazmur 92
NATS: Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mazmur 92:15)

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa: "Jika masa tua tidak menjadi pikiran, maka masa tua tidak menjadi masalah."

John Kelley dahulu pasti memegang pepatah tersebut. Kelley yang meninggal tahun 2004 dalam usia 96 tahun, telah mengikuti 58 kali lari Maraton Boston (42 kilometer setiap kalinya) -- termasuk yang terakhir pada tahun 1992 ketika ia berumur 84 tahun.

Penampilan Kelley yang tak terlupakan merupakan teladan bagi kita agar kita tetap aktif selama kita masih mampu. Begitu banyak orang yang berusia paruh baya yang mulai mengistirahatkan tubuhnya. Orang kristiani juga sering meninggalkan pelayanan kepada Yesus dengan cara yang sama.

Kita masing-masing memiliki tanggung jawab kepada Allah selama Dia memberi kita kekuatan tubuh dan mental, untuk bekerja sepenuh hati "seperti untuk Tuhan" (Kolose 3:23). Kita tidak pernah dipanggil untuk meninggalkan kehidupan dan berlayar pulang ke surga.

Sang pemazmur mengatakan bahwa orang benar "pada masa tua pun mereka masih berbuah" (Mazmur 92:15). Bagi orang yang masih kuat secara fisik, itu artinya mereka harus terus melayani secara aktif. Bagi mereka yang tidak dapat lagi bekerja, hal itu berarti mereka sebaiknya aktif dalam doa dan dalam pelayanan yang tenang.

Pastikanlah bahwa masa tua tidak menghentikan kita untuk senantiasa menghasilkan buah. Kita perlu terus bergerak untuk Allah --JDB


AGAR AWET MUDA
TERUSLAH BERBUAH

Minggu, 27 Maret 2016

FAKTA, BUKAN DONGENG

Bacaan: 1Korintus 15:1-19
NATS: Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu (1Korintus 15:17)

Kebangkitan Yesus Kristus adalah batu penjuru iman kristiani. Tanpa itu, kita tak memiliki pengharapan di hidup ini, juga mengenai hidup yang akan datang. Itulah alasan betapa pentingnya mengenali bahwa kepercayaan kita pada kebangkitan Kristus tidak berdasar pada perasaan agamawi atau rumor yang tak berdasar. Kepercayaan kita berdasar pada fakta sejarah dengan bukti kuat yang mendukung.

Satu abad lalu, sekelompok pengacara bertemu di London untuk membahas bukti-bukti alkitabiah mengenai kebangkitan Yesus. Mereka ingin membuktikan apakah tersedia cukup informasi agar kasus itu layak disidangkan di pengadilan. Mereka pun menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus merupakan satu dari banyak fakta sejarah yang tak bisa dipungkiri.

Dalam bukunya, Countdown, G.B. Hardy mengajukan beberapa pertanyaan yang menggugah tentang kebangkitan Yesus: "Hanya ada dua buah persyaratan penting: (1) Adakah orang yang mengalahkan kematian dan membuktikannya? (2) Dapatkah saya melakukannya?" Kemudian Hardy menjelaskan bahwa hanya kubur Yesus yang kosong. Dan karena Yesus telah menang atas dosa dan maut, maka kita yang beriman kepada-Nya pun akan turut bangkit bersama Dia.

"Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu," tulis Paulus dalam 1 Korintus 15:17. Bukti sejarah dan banyaknya hidup yang berubah telah menyaksikan bahwa kebangkitan Yesus adalah sebuah fakta. Apakah Anda telah menaruh pengharapan pada Kristus yang telah bangkit? ?DCE


KEBANGKITAN KRISTUS LEBIH DARI SEKADAR FAKTA SEJARAH
ITU ADALAH BUKTI PENYELAMATAN KITA

Sabtu, 26 Maret 2016

ANUGERAH PENGAMPUNAN

Bacaan: Roma 12:14-21
NATS: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

Sangat sulit untuk memahami bagaimana Tuhan Yesus dapat berdoa bagi orang-orang yang telah menganiaya-Nya dengan brutal, agar mereka diampuni (Lukas 23:34). Kita sering memaklumi hati kita yang tidak dapat mengampuni dengan mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, sementara kita adalah makhluk yang penuh dosa. Akan tetapi, Yesus memanggil kita untuk mengikuti teladan ilahi-Nya.

Mempraktikkan perintah-perintah Alkitab memang tidak mudah. Sebagai contoh, sangatlah sulit untuk berdoa dengan tulus agar Allah mengampuni musuh kita dan orang-orang yang merendahkan serta meremehkan kita. Akan tetapi firman Allah sangat jelas mengatakan: "Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44).

Pada saat kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan dalam doa, Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukan perintah-perintah-Nya yang tersulit sekalipun. Pikirkanlah seseorang yang sangat menyakiti hati Anda. Jika perlu, paksakan ingatan Anda. Sementara Anda memikirkan perasaan Anda tentang orang tersebut, berdoalah: "Tuhan, banjirilah hatiku dengan belas kasihan, dan bersihkan diriku dari roh yang tidak mau mengampuni. Tolong aku untuk ?hidup dalam perdamaian dengan semua orang?" (Roma 12:18).

Apabila banyak orang kristiani yang melakukan hal itu, betapa hebatnya perbedaan yang membawa perubahan yang dapat terjadi di dalam pernikahan, rumah, dan gereja kita. Dan kita pun dapat memiliki pengaruh yang besar di dalam dunia yang dipenuhi kebencian ini ?VCG


TANAH YANG DIPENUHI OLEH AKAR KEPAHITAN
PERLU DIBAJAK DENGAN KASIH KARUNIA ALLAH

Jumat, 25 Maret 2016

KHOTBAH YANG SAMA

Bacaan: Matius 4:12-17
NATS: Sejak itu Yesus mulai memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" (Mat. 4:17)

Ada sebuah kisah tentang seorang pria yang memberikan khotbah yang mengesankan. Ia berusaha menjadi pendeta di sebuah gereja baru. Semua orang menyukai khotbahnya dan memilihnya untuk menjadi pendeta baru mereka. Namun, mereka agak terkejut ketika sang pendeta menyampaikan khotbah yang sama pada hari Minggu pertamanya di sana -- dan lebih mengejutkan lagi, ia mengkhotbahkan hal yang sama lagi pada minggu depannya. Setelah ia memberikan khotbah yang sama selama tiga minggu berturut-turut, para pemimpin gereja menemuinya untuk mencari tahu alasannya. Pendeta itu meyakinkan mereka, "Saya tahu apa yang saya lakukan. Bila Anda semua sudah mulai menjalankan pesan khotbah tadi dalam hidup ini, barulah selanjutnya saya akan memberikan khotbah yang lain."

Yesus kerap berkhotbah dengan tema berulang. Jangan heran, itu karena Raja segala raja ingin memastikan bahwa umat-Nya sudah memahami apa yang mereka butuhkan untuk menjadi bagian di kerajaan-Nya. Dia memberi perintah ke seluruh dunia, yaitu perintah yang sangat berbeda dengan yang biasa dijalani manusia dalam hidup ini. Tema seperti pengampunan, pelayanan, serta belas kasih dan anugerah yang tak bersyarat berulang kali dikhotbahkan-Nya.

Dua ribu tahun kemudian, ternyata kita pun membutuhkan khotbah yang sama tersebut. Begitu kita mulai bertobat dan hidup di bawah otoritas, pemerintahan, dan kekuasaan Yesus Sang Raja, kita akan merasakan manfaatnya bagi hidup kita, yakni untuk memuliakan nama-Nya dan untuk menjadi berkat bagi sesama --JS

Alkitab memberi pedoman pada kita
Untuk hidup memuliakan nama-Nya,
Tetapi tidak berguna kalau tidak dibaca
Dan ditaati segala perintah-Nya. --Sper


KHOTBAH BELUM LENGKAP BILA BELUM DIPRAKTIKKAN

Kamis, 24 Maret 2016

MERAYAKAN PERMULAAN

Bacaan: Lukas 1:26-38
NATS: Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus (Lukas 1:31)

Banyak gereja yang merayakan 25 Maret sebagai hari peringatan Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan. Hari ini dihormati sebagai peringatan pemberitahuan malaikat kepada Maria bahwa ia akan menjadi ibu Yesus, Mesias. Di masyarakat kita yang berorientasi pada keberhasilan, perayaan ini adalah peringatan yang dibutuhkan untuk mengakui dan bersukacita atas dimulainya pekerjaan Allah dalam hidup seseorang. Kita tidak menahan kegembiraan atas suatu keberhasilan.

Karena kita sering membaca Injil Lukas pada hari Natal, kita mungkin lupa bahwa ada 9 bulan masa kepercayaan dan penantian sejak Maria menanggapi penyataan Gabriel hingga kelahiran Yesus. Ketika kita membaca kata-kata penyerahan Maria dalam konteks masa penantian ini, kita akan mendapat tambahan pemahaman: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38). Maria pasti telah menerima dorongan semangat yang besar ketika sepupunya mengatakan, "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana" (ayat 45).

Kita dapat merayakan suatu permulaan dengan memberikan pelukan atau jabat tangan kepada seorang percaya baru yang mengakui imannya di dalam Kristus. Kita dapat menulis sebuah catatan yang menyemangati kepada seorang teman yang telah memilih untuk menaati firman Allah.

Marilah kita meraih setiap kesempatan yang ada untuk merayakan permulaan pekerjaan Allah di dalam kehidupan orang lain ?DCM


ROH MANUSIA MEMBUBUNG DENGAN PENGHARAPAN
KETIKA DIANGKAT OLEH PERKATAAN YANG MEMBERIKAN SEMANGAT

Rabu, 23 Maret 2016

TAK ADA YANG REMEH

Bacaan: Yesaya 49:13-18
NATS: Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 103:13)

Beberapa ibu yang memiliki anak kecil saling berbagi tentang jawaban-jawaban doa yang menguatkan. Seorang ibu mengakui bahwa ia merasa egois jika mengganggu Allah dengan berbagai kebutuhannya. "Jika dibandingkan dengan kebutuhan semua orang yang dihadapi oleh Allah," jelasnya, "keadaan saya pasti tampak remeh bagi-Nya."

Beberapa saat kemudian, anak lelaki ibu itu berlari sambil menjerit karena jarinya terjepit pintu. Sang ibu tidak mengatakan, "Betapa egoisnya kamu mengganggu Ibu dengan jarimu yang sakit pada saat Ibu sedang sibuk!" Tidak, ia justru menunjukkan belas kasih dan kelembutan yang besar.

Mazmur 103:13 mengingatkan kita bahwa itu adalah respons kasih, yang ditunjukkan baik oleh Allah maupun manusia. Dalam Yesaya 49, Allah mengatakan bahwa sekalipun seorang ibu melupakan anaknya, Tuhan tidak akan melupakan anak-anak-Nya (ayat 15). Allah meyakinkan umat-Nya, "Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku" (ayat 16).

Keintiman dengan Allah semacam itu hanya dimiliki oleh mereka yang takut kepada-Nya, yang bersandar kepada Allah dan bukan kepada dirinya sendiri. Seperti anak kecil yang jarinya sakit berlari ke arah ibunya dengan bebas, demikian juga kita dapat berlari kepada Allah dengan segala masalah sehari-hari kita.

Allah kita yang penuh belas kasih tidak mengabaikan orang lain hanya karena Dia sedang menaruh perhatian kepada Anda. Dia memiliki waktu dan kasih yang tidak terbatas bagi masing-masing anak-Nya. Tidak ada kebutuhan manusia yang dianggap-Nya remeh --JEY


ALLAH MENANGGUNG BEBAN DUNIA DI PUNDAK-NYA
DAN MENGGENGAM ANAK-ANAK-NYA DALAM TELAPAK TANGAN-NYA

Selasa, 22 Maret 2016

SI JANGGUT HITAM

Bacaan: Yesaya 14:12-15
NATS: Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu ... sampai terdapat kecurangan padamu (Yehezkiel 28:15)

Ketika masih muda, pada akhir dekade 1600-an, Edward Teach memutuskan untuk bergabung menjadi kru sebuah kapal Inggris yang berlayar menuju Karibia. Lama setelah menjadi pelaut, ia kemudian memimpin penangkapan sebuah kapal dagang dan mengubahnya menjadi kapal perang bersenjata 40 buah. Teach kemudian dikenal sebagai si Janggut Hitam -- bajak laut yang paling ditakuti di dunia.

Si Janggut Hitam mengalami banyak keberhasilan selama ia menjadi bajak laut. Akan tetapi, "kariernya" kemudian berakhir begitu saja pada saat ia bertemu dengan rombongan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Dalam sebuah peperangan yang seru, ia dan teman-teman bajak lautnya terbunuh dan peristiwa tersebut mengakhiri pergerakan terorisme mereka.

Dahulu di surga, seorang malaikat jatuh dalam pemberontakan rohani. Lucifer adalah kerub yang berdiri dalam kemuliaan Allah (Yehezkiel 28:11-15). Namun, kecintaannya kepada diri sendiri telah menggantikan cintanya kepada Sang Pencipta. Karena ingin menyamai Sang Mahatinggi, ia memimpin pemberontakan dan akhirnya dicampakkan dari surga (Yesaya 14:12-15). Kini, ia dan pasukannya melakukan apa saja untuk merebut kehidupan manusia (Lukas 8:12; 2 Korintus 4:4).

Walaupun demikian, kita tidak perlu takut. Setan memang musuh yang berbahaya, tetapi Yesus telah menjatuhkan hukuman baginya saat Dia bangkit dari maut. Dan Yesus telah memberi semua yang kita butuhkan untuk bertahan dari serangan iblis (Efesus 6:10-18) --HDF


ROH YANG ADA DI DALAM KAMU
LEBIH BESAR DARIPADA ROH YANG ADA DI DALAM DUNIA -- 1Yohanes 4:4

Popular Posts